FULL-DAY SCHOOL

Pada pertengahan tahun 1990, di Indonesia mulai muncul istilah sekolah unggul (excellent schools). Gerakan keunggulan (excellent movement) ini, kemudian dikembangkan oleh pengelola pendidikan di tingkat satuan pendidikan (sekolah) dalam bentuk-bentuk sekolah yang mempunyai trade mark yang corak dan ragamnya terus berkembang. Salah satu contohnya adalah sekolah full day yang berbasis keislaman ditandai dengan bermunculannya SD IT, SMP Islam Terpadu.
Full day school merupakan program pendidikan yang seluruh aktivitasnya berada di sekolah sepanjang hari (sejak pagi sampai sore). Tujuannya yaitu  meningkatkan pencapaian tujuan pendidikan dan pembelajaran dengan penambahan jam pelajaran agar siswa mampu mendalami sebuah mata pelajaran dengan jatah waktu yang
proporsional selama sehari penuh. Di antaranya melalui pengayaan atau pendalaman materi pelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum dan melalui pembinaan jiwa serta moral anak dalam bentuk pengayaan
pendidikan agama dan praktiknya sebagai pembiasaan hidup yang baik.

Di negara maju seperti Amerika Serikat dan negara eropa , sistem full day school memang sudah berjalan dengan baik. Hal ini dikarenakan orang tua memiliki kesibukan yang cukup tinggi sehingga mempercayakan pendidikan pada sekolah. Karenanya penerapan di Indonesia, penerapan full day school baru dibutuhkan di kota-kota besar saja. Di kota besar, sistem ini bisa dilaksanakan karena kesibukan para orangtua, dan keterbatasan ruang gerak anak-anak. Tetapi untuk daerah-daerah yang memiliki alam terbuka yang sangat memungkinkan anak untuk mengeksplor dirinya, maka sistem ini belum begitu diperlukan.

Sekolah dengan sistem full day school harus mempunyai program yang baik, kurikulumnya harus jelas, sesuai dengan tingkatan pendidikan. Depdiknas belum mengaturnya, yang penting standar pendidikannya terpenuhi dan ditegakkan. Semuanya dilakukan sebagai upaya meningkatkan mutu. Sekolah mempunyai kebebasan  untuk berkreativitas, bertanggungjawab, dan juga memiliki otonomi yang sebesar-besarnya, sehingga timbul kompetisi satu sama lain.
Dalam melaksanakan full day school,  sekolah

  1. harus mempertimbangkan, kesiapan atau ketersediaan sarana rasarana dan kesiapan fisik lainnya.
  2. Pola manajemen sekolah (MBS) yang baik,
  3. penerapan pembelajaran berciri pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM),
  4. memahami pengaruh perubahan pola belajar dan pola hidup siswa serta
  5. melakukan sosialisasi kepada orang tua dan masyarakat.

Manfaat dari full day school antara lain:
1. Anak mendapatkan metode pembelajaran yang bervariasi dan lain daripada sekolah dengan program reguler.
2. Selain belajar, anak memiliki banyak waktu bermain dengan teman sebaya.
3. Orang tua tidak akan merasa khawatir, karena anak-anak akan berada seharian di sekolah yang artinya sebagian besar waktu anak adalah untuk belajar.
4. Orang tua tidak akan takut anak akan terkena pengaruh negatif karena berada dalam pengawasan sekolah.

Dalam penyusunan sebuah program Full Dayy School haruslah digunakan indikator yang jelas . Beberapa indikator pelaksanaan program Full Day School meliputi :

1. Karakter Agama, adalah tujuan pembentukan kepribadian peserta didik dalam penguasaan bidang keagamaan yang diberikan secara intensif oleh pihak Sekolah dengan program pembelajaran yang secara inheren menjadi bagian kurikulum yang diterapkan. Pembinaan karakter ini dapat ditetapkan dari para pendidik yang memiliki kompetensi khusus di bidang keagamaan.

2. Kedua, Karakter Nasionalisme merupakan bentuk karakter kebangsaan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka menumbuhkembangkan semangat cinta tanah air serta bela bangsa. Kegiatan ini dapat berupa pembinaan mental dan fisik dalam membangun sikap dan perilaku yang penuh rasa memiliki (sance of belonging) terhadap Bangsa dan Negara. Hal yang dapat dilakukan dalam capaian karakter ini adalah program kepramukaan, palang Merah, olah raga, kesenian, dan kebudayaan.

3. Ketiga,  Karakter Produktivitas sebagai karakter mental kemandirian peserta didik yang dapat berpikir kreatif, inovatif dan produktif untuk memanfaatkan waktu, sehingga diharapkan kedepan terbangun generasi yang memiliki jiwa entreupreneurship. Model karakter ini dalam dilakukan dengan bentuk pembelajaran berwirausaha yang dikembangkan di lingkungan Sekolah. Dan,

4. Keempat Karakter Kompetensi merupakan pembentukan jiwa berkeahlian tinggi agar peserta didik dapat menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang menjadi pilihan disiplin ilmunya, sehingga dapat tercapai kualitas pendidikan secara utuh baik dalam segi teoritis maupun praktis. Bentuk penerapan dalam pencapaian karakter ini adalah dengan memberikan model pembelajaran keterampilan khusus baik di bidang bahasa, keahlian, maupun pengayaan profesi.

Pendidikan dengan pembelajaran program full day school diharapkan menjadi alternatif yang dapat memenuhi tuntutan pendidikan di masa sekarang. Melalui pembelajaran program full day school, peserta didik dibekali dengan nilai-nilai agama atau moralitas yang tinggi sehingga mereka tidak menjadi korban arus informasi global.

full day school diharapkan mampu menanamkan kebiasaan hidup mandiri, terampil dan menjunjung tinggi nilai-nilai moralitas. Hal ini dapat dilakukan sebab integrasi dan interaksi yang terjadi antara peserta didik dengan guru dalam pembelajaran, terjadi lebih intens dibandingkan dengan sekolah reguler, sehingga kegiatan dan aktifitas peserta didik dapat dikendalikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan pembelajaran yang baik dan berkualitas akan mampu menentukan kualitas pembelajaran program full day School. Pengelolaan pembelajaran yang baik akan meningkatkan keberhasilan kualitas peserta didik.

sumber :

http://www.jurnaltangerang.co/berita-manajemen-sekolah-berbasis-full-day-school.html

KEBIJAKAN SEKOLAH 5 HARI, SOLUSI ATAU MASALAH BARU

Mengutip berita dari Pikiran Rakyat pernyataan (11 Nop 2016)  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy memastikan kebijakan lima hari sekolah dalam seminggu akan diterapkan mulai tahun ajaran 2017-2018. Kebijakan tersebut, tuturnya merupakan bagian dari penerapan Program Penguatan Pendidikan Karakter (P3K).

Beberapa rencana perubahannya

  1. Guru wajib berada di sekolah 8 jam, tidak boleh kurang.
  2. Hari sekolahnya lima hari seminggu,  Sabtu dan Minggu libur untuk hari keluarga dan hari wisata keluarga
  3. Guru mendapat tunjangan profesi dengan syarat memenuhi jam mengajar tatap muka 24 jam per minggu, tidak boleh lagi memenuhi target syarat jam mengajarnya itu ke sekolah-sekolah lain. Cukup diisi di sekolah tempat mengajar tetapnya masing-masing.
  4. Kepala sekolah tidak usah mengajar. “Kepala sekolah harus jadi manajer, cari uang yang banyak untuk sekolahnya, siswanya dibikin pinter, maju, cukup. Sehingga kalau ditinggal rapat kepala sekolah, murid tidak terbengkalai,” ujar pak Menteri

Kebijakan sekolah 5 hari tentunya memberikan banyak dampak yang bervariasi tergantung kondisi sekolah lingkungan dan latar belakang peserta didik.

Menurut pandangan saya beberapa dampak yang muncul

  1. Sekolah harus benar-benar merancang kegiatan full-day ini dengan kegiatan yang efektif untuk kegiatan penguatan karakter jangan sampai sekolah menerjemahkan sebagai penambahan jam pelajaran yang justru menambah kejenuhan siswa. Target peningkatan pendidikan karakter 80% bagi siswa SD dan 60% siswa SMP tentunya harus direspon dengan program yang nyata dan efektif.
  2. Penambahan kegiatan di sekolah tentunya membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana sekolah dan peningkatan kesejahteraan guru. Hal ini berarti menambah beban keuangan sekolah. Terutama bagi sekolah dengan komposisi jumlah PNS sedikit, dominasinya guru sukwan.
  3. Penambahan waktu belajar di sekolah bagi beberapa daerah berarti mematikan kegiatan madrasah / pengajian yang selama ini berjalan di sore hari. Madrasah Diniyah sebagai madrasah yang mengajarkan materi keagamaan bagi daerah pedesaaan terutama sangat penting dalam upaya menguatkan nilai mental dan keagamaan siswa.
  4. Penambahan waktu belajar bagi siswa berarti juga penambahan uang saku bagi siswa. Karena dengan full day school berarti makan siang jelas harus di lingkungan sekolah berarti masalah finansial baru bagi wali murid.
  5. Khusus beberapa siswa kami di daerah pesisir sebagian siswa pada sore hari biasanya beraktivitas mencari rumput untuk hewan ternaknya(sapi) yang dijadikan sumber penopang biaya sekolah dan kehidupannya, sehingga full-day school bagi mereka juga mengganggu penghasilan/penghidupan mereka
  6. Beberapa siswa berasal dari daerah yang cukup terpelosok sehingga pulang sore memberikan dampak baru pada keamanan mereka ketika pulang terutama siswi-siwi.
  7. khusus bagi sekolah kami di SMK Negeri 1 Banyuputih kesulitannya adalah karena meski sekolah kami negeri statusnya, tetapi berada di lingkungan Pondok dan didirikan sebelumnya oleh Pondok sehingga full-day school juga berarti menyulitkan posisi kami dengan Pondok. Padahal sebagian besar siswa kami adalah santri pondok juga.

 

Yang gak kalah penting kepastian hukumnya.  sejauh ini kabar dasar hukum penetapannya masih simpang siur termasuk yang dikabarkan isu perpres no 19 tahun 2017 yang ternyata isinya gak nyambung yaitu Otoritas Nasional Senjata Kimia.

tulisan ini sekedar unek-unek semoga nantinya bisa diperoleh solusi dan sumbangan pemikiran dari para pembaca sekalian.

semoga penetapan full-day school ini dievaluasi dulu sehingga tepat sasaran dan efektif serta solutif bukan sebagai kebijakan pembawa masalah baru

RPP TERBARU KURIKULUM 2013 EDISI REVISI 2017

Mengacu pada Permendikbud Nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang
mengacu pada Standar Isi.

Perencanaan pembelajaran meliputi

  1. penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar
  2. perangkat penilaian pembelajaran, dan
  3. skenario pembelajaran.

Penyusunan Silabus dan RPP disesuaikan dengan pendekatan pembelajaran yang digunakan. 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disusun harus memuat
komponen-komponen sebagai berikut:
a. identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
b. identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
c. kelas/semester;
d. materi pokok;
e. alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
f. tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
g. kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
h. materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
i. metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai;

j.  media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;
k. sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
l. langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, an penutup; dan
m. penilaian hasil pembelajaran.

untuk menyusun RPP yang baik dimulai dengan tahapan

  1. Analisis Program Semester
  2. Pengembangan RPP sesuai dengan formatnya

lebih lanjut silahkan click infonya di RPP 2017

KURIKULUM SMK 2017

Menindak lanjuti Kepdirjendikdasmen No.4678/D/KEP/MK/2016 pada tanggal 2 September 2016 tentang Spektrum Keahlian SMK maka dikeluarkan pula Kepdirjendikdasmen No 130/D/KR/2017 pada tanggal 10 Februari 2017 tentang Struktur Kurikulum SMK pada tahun ajaran 2017/2018.

Berikut materi terbaru dari hasil Diklat Wakasek Kurikulum di Hotel Sahid 22 – 24 Mei 2017 di Hotel Sahid Surabaya

  1. Perubahan Istilah mapel Kelompok A menjadi mapel Muatan Nasional , Kelompok B menjadi muatan kewilayahan dan kelompok C muatan peminatan Kejuruan
  2. Perubahan struktur kurikulum untuk Tahun Pelajaran 2017/2018

beberapa penjelasan diperoleh tentang

  1. Analisis Materi Pembelajaran
  2. Analisis Penerapan Model Pembelajaran
  3. Analisis Penialaian Hasil Belajar
  4. Analisis SKL, KI-KD (poin 1,2,3,4 silahkan click link Analisis K13 baru)
  5. Dinamika Kurikulum 2013
  6. Dinamika Pengembangan kurikulum SMK
  7. Panduan E-Raport
  8. Pedoman pembukaan dan penutupan KK
  9. Pedoman peminatan
  10. Pedoman penyusunan KTSP
  11. Pedoman PKL  (poin 5 – 11 silahkan click Pedoman K13 SMK)
  12. Pengolahan dan Penilaian Hasil Belajar
  13. Penyusunan IPK
  14. RPP
  15. standar SMK  (poin 12-15 silahkan click RPP dan Penilaian K13)
  16. Muatan Nasional
  17. Muatan Kewilayahan
  18. Kepdirjendikdasmen No.4678/D/KEP/MK/2016 pada tanggal 2 September 2016 tentang Spektrum Keahlian SMK
  19. Kepdirjendikdasmen No 130/D/KR/2017 pada tanggal 10 Februari 2017 tentang Struktur Kurikulum SMK dan lampirannya 

STRUKTUR KURIKULUM SMK 2017 (AKUNTANSI dan KEUANGAN LEMBAGA)

Struktur Kurikulum bidang Keahlian Pariwisata

Menindak lanjuti Kepdirjendikdasmen No.4678/D/KEP/MK/2016 pada tanggal 2 September 2016 tentang Spektrum Keahlian SMK maka dikeluarkan pula Kepdirjendikdasmen No 130/D/KR/2017 pada tanggal 10 Februari 2017 tentang Struktur Kurikulum SMK pada tahun ajaran 2017/2018.

7. Bidang Keahlian : Bisnis dan Manajemen
7.3. Program Keahlian : Akuntansi dan Keuangan
7.3.1. Kompetensi Keahlian : Akuntansi dan Keuangan Lembaga
MATA PELAJARAN KELAS
X XI XII
1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 3 3 3
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 2
3 Bahasa Indonesia 4 4 3 3 3 3
4 Matematika 4 4 4 4 4 4
5 Sejarah Indonesia 3 3
6 Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya 3 3 3 3 4 4
B. Muatan Kewilayahan
1 Seni Budaya 3 3
2 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan 2 2 2 2
Jumlah A dan B 24 24 17 17 16 16
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
1 Simulasi dan Komunikasi Digital 3 3
2 Ekonomi Bisnis 2 2
3 Administrasi Umum 2 2
4 IPA 2 2
C2. Dasar Program Keahlian
1 Etika Profesi 2 2
2 Aplikasi Pengolah Angka/Spreadsheet 3 3
3 Akuntansi Dasar 5 5
4 Perbankan Dasar 3 3
C3. Kompetensi Keahlian
1 Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur 6 6 7 7
2 Praktikum Akuntansi Lembaga/Instansi Pemerintah 4 4 4 4
3 Akuntansi Keuangan 6 6 6 6
4 Komputer Akuntansi 5 5 5 5
5 Administrasi Pajak 3 3 3 3
6 Produk Kreatif dan Kewirausahaan 5 5 5 5
Jumlah C (C1, C2, dan C3) 22 22 29 29 30 30
Total 46 46 46 46 46 46

STRUKTUR KURIKULUM SMK 2017 (TATA BUSANA)

Struktur Kurikulum bidang Keahlian Pariwisata

Menindak lanjuti Kepdirjendikdasmen No.4678/D/KEP/MK/2016 pada tanggal 2 September 2016 tentang Spektrum Keahlian SMK maka dikeluarkan pula Kepdirjendikdasmen No 130/D/KR/2017 pada tanggal 10 Februari 2017 tentang Struktur Kurikulum SMK pada tahun ajaran 2017/2018.

8. Bidang Keahlian : Pariwisata
8.4. Program Keahlian : Tata Busana
8.4.1. Kompetensi Keahlian : Tata Busana
MATA PELAJARAN KELAS
X XI XII
1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 3 3 3
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 2
3 Bahasa Indonesia 4 4 3 3 3 3
4 Matematika 4 4 4 4 4 4
5 Sejarah Indonesia 3 3
6 Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya 3 3 3 3 4 4
B. Muatan Kewilayahan
1 SeniBudaya 3 3
2 PendidikanJasmani, Olahraga, danKesehatan 2 2 2 2
Jumlah A dan B 24 24 17 17 16 16
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
1 Simulasi dan Komunikasi Digital 3 3
2 IPA Terapan 3 3
3 Kepariwisataan 3 3
C2. Dasar Program Keahlian
1 Pengetahuan Bahan Tekstil 2 2
2 Dasar Desain 3 3
3 Pembuatan Pola 4 4
4 Teknologi Menjahit 4 4
C3. Kompetensi Keahlian
1 Desain Busana 3 3
2 Pembuatan Hiasan Busana 5 5
3 Pembuatan Busana Custom Made 9 9 13 13
4 Pembuatan Busana Industri 7 7 12 12
5 ProdukKreatif dan Kewirausahaan 5 5 5 5
Jumlah C (C1, C2, dan C3) 22 22 29 29 30 30
Total 46 46 46 46 46 46

STRUKTUR KURIKULUM SMK 2017 (APHP)

Struktur Kurikulum bidang Keahlian Agribisnis

Menindak lanjuti Kepdirjendikdasmen No.4678/D/KEP/MK/2016 pada tanggal 2 September 2016 tentang Spektrum Keahlian SMK maka dikeluarkan pula Kepdirjendikdasmen No 130/D/KR/2017 pada tanggal 10 Februari 2017 tentang Struktur Kurikulum SMK pada tahun ajaran 2017/2018.

5. Bidang Keahlian : Agribisnis dan Agroteknologi
5.4 Program Keahlian : Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian
5.4.1 Kompetensi Keahlian : Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian
MATA PELAJARAN KELAS
X XI XII
1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 3 3 3
2 Pendidikan Pancasila, dan
Kewarganegaraan
2 2 2 2 2 2
3 Bahasa Indonesia 4 4 3 3 3 3
4 Matematika 4 4 4 4 4 4
5 Sejarah Indonesia 3 3
6 Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya 3 3 3 3 4 4
B. Muatan Kewilayahan
1 Seni Budaya 3 3
2 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan
Kesehatan
2 2 2 2
Jumlah A dan B 24 24 17 17 16 16
C. Muatan Peminatan Kejuruan
C1. Dasar Bidang Keahlian
1 Simulasi dan Komunikasi Digital 3 3
2 Fisika 2 2
3 Biologi 2 2
4 Kimia 3 3
C2. Dasar Program Keahlian
1 Dasar Penanganan Bahan Hasil Pertanian 3 3
2 Dasar Proses Pengolahan Hasil Pertanian 5 5
3 Dasar Pengendalian Mutu Hasil pertanian 4 4
C3. Kompetensi Keahlian
1 Produksi Pengolahan Hasil Nabati 9 9 10 10
2 Produksi Pengolahan Hasil Hewani 5 5 5 5
3 Produksi Pengolahan Komoditas Perkebunan dan Herbal 6 6 6 6
4 Keamanan Pangan, Penyimpanan, dan Penggudangan 4 4 4 4
5 Produk Kreatif dan Kewirausahaan 5 5 5 5
Jumlah C (C1, C2, dan C3) 22 22 29 29 30 30
Total 46 46 46 46 46 46

untuk mendapatkan filenya silahkan download di STRUKTUR AHP 2017