MENGENAL ROHINGYA , MUSLIM YANG TERTINDAS DI NEGARA MINORITAS

MUSLIM ROHINGYA

Arakan atau Rakhine kini adalah sebuah negara bagian yang terletak di barat Myanmar tepatnya pada daerah negara bagian Magway. Di wilayah tersebut, selama bertahun-tahun kekerasan berulang kali terjadi antara warga mayoritas dengan muslim Rohingya.

myanmarmagway

Pada 2012, Rakhine menjadi sorotan dunia setelah terjadi bentrok berdarah kedua kelompok yang menewaskan lebih dari 200 orang. Sementara 140.000 warga lainnya terpaksa mengungsi. Hingga saat ini kekerasan belum berhenti terjadi.

Berdasarkan berbagai sumber,  Rohingya disebut telah berdiam di Rakhine sejak abad ke-7, sebagian lainnya menyebut sejak abad ke-16. Nenek moyang Rohingya merupakan campuran dari Arab, Turki, Persia, Afghanistan, Bengali, dan Indi-Mongoloid. Populasi mereka di Rakhine mencapai lebih dari 1 juta jiwa. Sebagian besar hidup di Kota Maungdaw dan Buthidaung di mana di sana mereka adalah mayoritas.

Pemerintah Myanmar mengklaim bahwa Rohingya tidak memenuhi syarat untuk mendapat kewarganegaraan di bawah UU Kewarganegaraan yang disusun militer pada 1982. Dokumen tersebut mendefinisikan bahwa warga negara adalah kelompok etnik yang secara permanen telah menetap dalam batas-batas modern Myanmar sebelum tahun 1823. Itu adalah tahun sebelum perang pertama antara Inggris-Myanmar. Pemerintahan Jenderal Ne Win memasukkan 135 kelompok etnik yang telah memenuhi persyaratan. Dan daftar inilah yang masih digunakan pemerintah sipil Myanmar hingga saat ini.

Pada 1799, seorang ahli bedah, Francis Buchanan, dengan perusahaan British East India berpergian ke Myanmar dan bertemu dengan warga muslim yang telah lama menetap di Rakhine. Mereka menyebut dirinya sebagai Rooinga atau penduduk asli Arakan. Ini menandai bahwa warga muslim Rohingya sudah hidup di Rakhine setidaknya 25 tahun sebelum 1823. Bahkan meski nama Rohingya terlalu tabu untuk diterima di Myanmar, sejarah menginformasikan secara jelas bahwa kelompok etnik itu sendiri telah berada di Rakhine sejak berabad-abad silam.

Sebuah populasi muslim yang signifikan disebut telah hidup di Kerajaan Mrauk-U yang memerintah Rakhine dari pertengahan abad ke-15 hingga akhir abad ke-18. Tak hanya itu, raja-raja Buddha dari Mrauk-U bahkan menghormati umat muslim.

Kehidupan Rohingya di Bawah Diktator Ne Win

Pascamerdeka dari Inggris, pemerintahan parlementer Myanmar 1948-1962 mengakui kewarganegaraan Rohingya. Peristiwa ini sekaligus menyingkirkan kisah lama yang berkembang bahwa Rohingya merupakan “pendatang baru”.

Seiring dengan diakui mereka pun mendapat dokumen-dokumen resmi dan menikmati berbagai fasilitas sebagai warga negara. Bahkan radio nasional memiliki segmen khusus yang dibawakan dengan menggunakan bahasa Rohingya.

Eks peneliti di London School of Economics, Maung Zarni, memiliki sejumlah dokumen berbahasa Myanmar yang menunjukkan pengakuan pemerintah terhadap Rohingya selama era kepemimpinan U Nu dan pada tahun-tahun awal pemerintahan diktator Ne Win. Beberapa di antaranya adalah pernyataan publik, siaran radio resmi, buku yang dicetak pemerintah, dan dokumen yang dikeluarkan pemerintah.

Pascakemerdekaan Myanmar, sejumlah anggota parlemen yang menyebut diri mereka sebagai warga Rohingya menentang dimasukkannya wilayah yang dihuni etnik itu ke bagian negara Rakhine. U Nu pun pada 1961 memutuskan untuk menjadikan Buthidaung, Maungdaw, dan Rathedaung sebagai wilayah Administrasi Perbatasan Mayu. Nama tersebut diambil dari nama sungai yang mengalir melalui kawasan itu.

Kawasan tersebut terpisah dari Rakhine yang dihuni mayoritas penduduk beragama Buddha. Kehidupan warga Rohingya berubah secara dramatis ketika negara itu dipimpin oleh diktator Ne Win.

Dalam buku Burma: A Nation at the Crossroads yang ditulis Benedict Rogers, disebutkan salah seorang pejabat di era Ne Win mengaku bahwa sang diktator memiliki kebijakan tak tertulis untuk menyingkirkan warga muslim, Kristen, Karens dan beberapa etnik lainnya.

Pemerintahan Ne Win pun secara sistematis melucuti kewarganegaraan Rohingya. Dimulai dari pemberlakuan UU Imigrasi Darurat 1974 dan puncaknya adalah UU Kewarganegaraan 1982.

Warga Rohingya yang bermukim di wilayah Administrasi Perbatasan Mayu “dilimpahkan” ke Rakhine. Dan sejak saat itu, ratusan ribu dari mereka melarikan diri ke Bangladesh akibat dipicu serangan brutal pada 1978 dan 1991.

Praktis sejak saat itu hak-hak mereka terhadap dokumen resmi, pendidikan, bantuan pemerintah, kepemilikan tanah, bahkan perkawinan terabaikan. Pemerintah Myanmar pun disebut menanamkan ingatan pada generasi muda bahwa Rohingya adalah kelompok penyusup, pencuri tanah dan peluang ekonomi yang bertujuan “menggulingkan” Buddha sebagai agama mayoritas di negara itu.

sumber :

http://global.liputan6.com/read/2660735/melacak-jejak-sejarah-muslim-rohingya-di-myanmar

Menentukan Arah Kiblat dengan Kompas

Kompas

Kompas merupakan alat navigasi untuk menentukan arah. Kompas memiliki sebuah panah penunjuk magnetis yang bebas menyelaraskan dirinya dengan medan magnet bumi secara akurat. Kompas memberikan rujukan arah tertentu, sehingga sangat membantu dalam bidang navigasi. Arah mata angin yang ditunjuknya adalah utara, selatan, timur, dan barat. Apabila digunakan bersama-sama dengan jam dan sekstan, maka kompas akan lebih akurat dalam menunjukkan arah. Alat ini membantu perkembangan perdagangan maritim dengan membuat perjalanan jauh lebih aman dan efisien dibandingkan saat manusia masih berpedoman pada kedudukan bintang untuk menentukan arah.

Arah Mata angin

Arah mata angin meliputi Utara – Selatan, Barat – Timur. Sering kali kita berpatokan bahwa arah matahari terbit adalah Timur, matahari terbenam adalah barat. Dengan menghadap ke Barat kita tentukan bahwa ke arah kiri adalah selatan dan ke arah kanan adalah utara.

Sesungguhnya  matahari terbit Tepat di Timur hanya terjadi 2 kali dalam 1 tahun yakni pada bulan Maret dan bulan September (peristiwa equinox). Selebihnya matahari terbit tidak benar-berar tepat di arah Timur.. Pada bulan Maret-September matahari terbit sedikit melenceng kearah utara, sedangkan pada bulan September – Maret matahari terbit sedikit melenceng ke arah selatan.

Acuan ilmiah yang disepakati untuk menentukan arah adalah Arah Utara sejati adalah arah menuju Kutub Utara (sumbu bumi). Dari arah, utara tadi kita dapat menentukan arah yang lain.

Bila arah Utara-Selatan, Timur-Barat dirasa kurang teliti maka kita dapat menghitung sudut arah. Orang menamakan sudut arah ini dengan bermacam-macam istilah: Jurusan, Azimuth atau Bearing. Selanjutnya saya akan memakai istilah Azimuth Cara menghitung Azimuth yang umum disepakati adalah: Sudut dihitung mulai dari Utara searah jarum Jam. Sudut biasanya dihitung dengan satuan derajat. Kita menandai arah Utara (North), Timur(East), Selatan(South), Barat (West) dengan N, E, S, W

Berikut ini nilai Azimuth arah mata angin :

Arah Azimuth
(derajat)
Azimuth
(gradian)
Utara (North) 0g
Timur Laut (North-East) 45° 50g
Timur (East) 90° 100g
Tenggara(South-East) 135° 150g
Selatan (South) 180° 200g
Barat Daya (South-West) 225° 250g
Barat (West) 270° 300g
Barat Laut(North-West) 315° 350g

Satuan sudut dalam kompas umumnya derajat. Kompas kiblat biasanya dengan satuan gradian. Bagaimana membedakan Kompas dengan satuan derajat dan kompas dengan satuan gradian? Mudah saja! Perhatikan : Satu putaran untuk satuan derajat adalah 360 unit, sedangkan untuk skala gradian satu putaran adalah 400 unit. Untuk jelasnya lihat gambar dibawah.

Kompas harus dikoreksi

Ujung Jarum kompas selalu Menunjuk ke arah Utara dan ujung lain menunjuk ke arah Selatan. Agar tidak tertukar biasanya ujung jarum kompas yang menunjuk ke arah utara ditandai dengan warna merah.

Sesungguhnya jarum kompas tidak tepat benar menunjuk ke arah utara. Utara sebenarnya kita sebut utara sejati (true North). Sedang utara bohongan yang ditunjukan oleh jarum kompas disebut Utara Magnetik (Magnetic North).Sudut Penyimpangan antara Utara sejati dan Utara Magnetik kita sebut Deklinasi. Penyimpangan bertanda positif bila sudut penyimpangan ke arah timur, sedang bila menyimpang ke arah barat bertanda negatif. Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Kiri: Azimuth dengan skala derajat. Terdapat 360 derajat dalam 1 putaran. Deklinasi negatif (ke arah Barat)

Kanan : Azimuth dengan skala gradian. Terdapat 400 gradian untuk 1 putaran. Deklinasi positif (ke arah Timur)

Karena Kompas mengandung kesalahan bukan berarti kita tidak bisa menentukan azimuth sejati dengan kompas. Jika besarnya deklinasi diketahui kita dapat menentukan azimuth sejati. Repotnya besarnya deklinasi untuk berbagai tempat di dunia tidaklah sama. Juga besarnya deklinasi tidak sama dengan berjalannya waktu. hal ini dikarenakan, inti bumi itu panas sekali  dan cair sehingga selalu bergejolak, medan magnet bumi pun berubah setiap saat. oleh karenanya sebaiknya dunakan data deklinasi minimal 5 tahun terakhir. Data deklinasi bisa diperolehsecara On Line di : http://magnetic-declination.com

contoh untuk Kota Situbondo pada pengambilan data 14 Nopember 2016 adalah

Latitude: 7° 42′ 5″ S
Longitude: 114° 0′ 16″ E
Magnetic declination: +1° 4′
Declination is POSITIVE (EAST)
Inclination: 31° 50′
Magnetic field strength: 44654.6 nT

Penentuan Arah Kiblat

Selanjutnya kita  menentukan Azimuth sejati dengan menggunakan Azimuth magnetik yang bersesuian. Ini dia rumus untuk mengetahui hubungan antara Azimuth sejati dan Azimuth magnetik.

Z = Zm + D
atau
Zm = Z – D

dimana Z = azimuth sejati
Zm adalah = azimuth magnetik
D = deklinasi

Bilangan azimuth adalah dari 0 – 360. Bila rumus-rumus diatas menghasilkan bilangan negatif, tambahkan dengan 360 dan bila lebih dari 360 kurangkan dengan 360.

Contoh1 :

Misalnya kita ingin menentukan arah kiblat kota Bandung dengan kompas. Azimut sejati kota Mekah dari Bandung adalah Z = 295.17° . Sedangkan Declinasi kota bandung D = 0.83° (ke arah Timur) . Berapakah bacaan Kompas yang mengarah ke kota Mekah??

Jawab1 :

Bacaan Kompas adalah Azimuth magnetik, Jadi kita harus mencari Azimuth magnetik Zm :

Zm = Z – D = 295.17° – 0.85° = 294.32°

Contoh2: New York (Amerika Serikat) deklinasi magnetik cukup besar D = – 13.13° (Kearah barat). Tentukan arah kiblat dengan Kompas di kota New York bila azimuth kilat sejati kota Mekah 58.48°

Jawab2:
Zm = Z – D = 58.48° – (-13.13°) = 71.61°
Perhatian hati-hati dalam menghitung, tanda declinasi bisa positif, maupun negatif

Contoh3: Pesawat terbang diatas kota New York, azimuth magnetik yang terbaca pada kompas adalah tepat 0° (Nol atau utara atau North). Berapakah Azimuth sejati arah pesawat terbang itu sebenarnya? Deklinasi kota New York D = -13.13°

Jawab3:
Z = Zm + D
Z = 0° + – 13.13°
Z = -13.13° Sehubungan dengan harga Azimutnya negatif kita tambahkan dengan 360°
Z = -13.13° + 360°
Z = 346.87°

Jadi Pesawat terbang tadi sebenarnya terbang dengan Azimuth 346.87°

Dengan cara yang sama dengan contoh diatas kita dapat menghitung azimut kiblat magnetik untuk beberapa kota di Indonesia.

Kota Azimuth
Sejati
Deklinasi Azimuth
Magnetik
Azimut Magnetik
dibulatkan
Banda Aceh 292.17° -0.98° 293.15° 294° 295°
Medan 292.77° -0.5° 293.27° 294° 295°
Padang 294.70° -0.23° 294.93° 294° 295°
Palembang 294.56° 0.47° 294.09° 294° 295°
Jakarta 295.15° 0.75° 294.40° 294° 295°
Bandung 295.17° 0.85° 294.32° 294° 295°
Cirebon 294.87° 0.97° 293.90° 294° 295°
Semarang 294.50° 1.15° 293.35° 294° 295°
Jogja° 294.71° 1.15° 293.56° 294° 295°
Surabaya 294.04° 1.33° 292.71° 292° 295°
Madiun 294.40° 1.08° 293.32° 294° 295°
Kediri 294.32° 1.30° 293.02° 294° 295°
Samarinda 291.98° 0.96° 291.02° 292° 290°
Balikpapan 292.18° 1.05° 291.13° 292° 290°
Pontianak 292.69° 0.75° 291.94° 292° 290°
Menado 291.38° 0.88° 290.50° 290° 290°
Palu 291.84° 1.03° 290.81° 290a° 290°
Makasar 292.48° 1.47° 291.01° 292° 290°
Jayapura 291.34° 3.80° 287.54° 288° 290°

Teknik Membaca Kompas

Untuk anda ketahui, ternyata kebanyakan kompas tidak bisa membaca Azimuth dengan sangat teliti. Skala terkecil kompas umumnya 2° atau 5°. Pada kompas yang sederhana (bukan untuk Survey) jarang ditemui ketelitian 1° atau kurang. Sehubungan dengan hal tersebut, azimuth-magnetik arah kiblat kota Bandung 294.32° harus dibulatkan terlebih dahulu. Hasilnya :

  • Azimuth-magnetik kiblat kota Bandung 294° dibulatkan ke 2° terdekat
  • Azimuth -magnetik kiblat kota Bandung 295° dibulatkan 5° terdekat.

Menarik untuk diperhatikan tenyata azimuth-magnetik arah kiblat dibulatkan ke 5° terdekat adalah 295° untuk kota-kota di Sumatra, Jawa dan 290° untuk kota-kota di Kalimantan, Sulawesi dan Papua (lihat tabel)

Sekarang mari kita bahas teknik membaca kompas. Sehubungan kompas bermacam-macam bentuknya, maka saya hanya akan memberi contoh untuk Kompas seperti dibawah ini :

kompas-saku kompas-kiblat
Kompas Saku Kompas Kiblat
kompas-peta
Kompas Peta “SILVA”

Kompas yang pertama disebut kompas saku (Pocket Compass), karena ukurannya kecil, enak dibawa kemana-mana tinggal dimasukan ke dalam saku. Kompas kedua disebut kompas-Kiblat. Pada hakekatnya kompas-kiblat sama dengan kompas-saku, hanya saja kompas-kiblat dikhususkan untuk mecari arah kiblat. Kompas ketiga disebut Kompas-Peta (Map Kompas), karena dibuat khusus untuk digunakan pada peta. Kompas peta sengaja dibuat dari bahan tembus pandang agar peta tetap terlihat bila kompas tersebut diletakkan diatas peta.

Adapun teknik Menentukan arah dengan kompas saya golongkan menjadi 2 (dua) macam:

  1. Teknik Azimuth baik, digunakan pada kompas peta
  2. Teknik Indeks Kota, baik digunakan untuk kompas saku atau kompas kiblat.

Teknik Azimuth

Menetukan Arah dengan Teknik Azimuth menggunakan kompas-peta sangat mudah, semudah 1,2.3…..

  1. Putar dial skala pada kompas sehigga menurjukan azimuth yang dimaksud
  2. Letakkan kompas di tangan anda. Kemudian putar kompas sehingga azimuth magnetik yang dimaksud (tanda panah) searah dengan pandangan lurus anda
  3. Putar badan bersama kompas di tangan, sedemikian rupa hingga ujung jarum kompas yang berwarna merah (utara) berhimpit dengan utara skala kompas. Sekarang anda telah menghadap azimuth yang dimaksud.

Untuk jelasnya lihat animasi dibawah ini, Clik tombol lanjut untuk melanjutkan.

Teknik Indeks Kota

Menentuikan Azimuth dengan kompas peta sangat mudah, karena skala kompas dapat diputar ke azimut yang dimaksud dan ada tanda panah yang menunjukan arah. Sedangkan menentukan Azimuth dengan kompas saku lebih sulit. Adakah cara lebih jenius untuk memudahkan pemakaian pada kompas saku? Syukurlah teryata ada cara yang lebih mudah!. Cara tersebut saya dapatkan dari kompas kiblat. Cara ini kita sebut indeks kota. Adapun cara 1,2,3…menggunakan kompas dengan metoda indeks kota adalah demikian:

  1. Pastikan indeks kota (tempat) dimana anda tinggal. misalnya index kota Bandung 65
  2. Letakkan kompas di tangan anda. Kemudian putar kompas sehigga arah bertanda N (utara) kompas searah dengan pandangan lurus anda.
  3. Putarlah badan kita bersama kompas ditangan sehingga ujung jarum kompas yang berwarna merah (utara) menunjuk ke angka indeks kota. Misalnya anda tinggal di Bandung Indeks kotanya 65. Putarlah badan anda sampai Ujung jarum kompas yang berwarna merah menunjuk ke angka 65. Sekarang anda telah menghadap ke kiblat.

Untuk jelasnya, lihat animasi dibawah ini, clik tombol lanjut untuk melanjutkan.

Arahkan Kompas sehingga Arah N “Utara” searah dengan arah menghadap

Yang menjadi pertanyaan sekarang bagaimana menentukan indeks kota. Apa hubungan indeks kota dengan Azimuth magnetik? Jawabannya adalah rumus berikut:

Ci = 360 – Zm

dimana :
Ci = indeks kota (City index)
Zm = Azimuth Magnetik

Contoh 4:Berapa indeks kota Bandung bila azimuth-magnetik kiblat Zm=294.32?

Jawab4:
Indeks kota Bandung dengan azimuth magnetik Zm = 294.32

Ci = 360 – Zm
Ci = 360 – 294.32 = 65.68

Dengan cara yang sama dapat diperoleh indek Kota berbagai kota di Indonesia.

INDEKS KOTA DENGAN UTARA SEBAGAI ARAH KIBLAT
Kota Azimuth
Magnetik
Indeks
Kota
Indeks
Kota dibulatkan
Banda Aceh 293.15° 66.85° 66° 65°
Medan 293.27° 66.73° 66° 65°
Padang 294.93° 65.07° 66° 65°
Palembang 294.09° 65.91° 66° 65°
Jakarta 294.40° 65.60° 66° 65°
Bandung 294.32° 65.68° 66° 65°
Cirebon 293.90° 66.10° 66° 65°
Semarang 293.35° 66.65° 66° 65°
Jogja 293.56° 66.44° 66° 65°
Surabaya 292.71° 67.29° 68° 65°
Madiun 293.32° 66.68° 66° 65°
Kediri 293.02° 66.98° 66° 65°
Samarinda 291.02° 68.98° 68° 70°
Balikpapan 291.13° 68.87° 68° 70°
Pontianak 291.94° 68.06° 68° 70°
Menado 290.50° 69.50° 70° 70°
Palu 290.81° 69.19° 70° 70°
Makasar 291.01° 68.99° 68° 70°
Jayapura 287.54° 72.46° 72° 70°

Bila Kota anda tidak tercantum dalam tabel, saya telah membuat halaman web yang dapat menghitung Azimuth-magnetik-kiblat di seluruh dunia. Kunjungi Menentukan kiblat dengan kompas 2

Dipasaran dijual kompas-kiblat dengan skala gradian(bukan derajat). Saya tidak mengerti mengapa kompas-kiblat dibuat agak nyeleneh dengan skala gradian??!! Mungkin ini cuma taktik dagang agar orang menyangka untuk mencari arah kiblat harus mengunakan kompas khusus. Bagaimana cara menghitung indeks kota untuk kompas dengan skala gradian? Jawabannya ubah saja derajat menjadi gradian dengan rumus berikut :

gradian = 10/9 x derajat
derajat = 9/10 x gradian

Contoh5 : Berapa indeks kota Bandung dalam gradian bila indeks kota Bandung 65.68°?

Jawab5:
gradian = 10/9 x derajat = 65.68° x 10/9 = 72.98 atau 75 bila dibulatkan ke 5 gradian terdekat.
Catatan: Anda tidak perlu menghitung indeks kota sendiri pada kompas-kiblat, karena indeks kota biasanya tercantum pada buku petunjuk pemakai (user manual) kompas-kiblat yang bersangkutan.

Sekian semoga bermanfaat! Kalau ada kesalahan mohon kritik dan saran. Terima kasih!

http://petabandung.net/kiblat/kompas.php

 

 
(-7.757569, 114.282223)

PENGENALAN FLOWCHART dan RAPTOR / RAPTOR AND FLOWCHART INTRODUCTION

Dalam upaya menunjang pembelajaran Dasar Pemrograman perlu kiranya diberikan materi pendahuluan yaitu Pengenalan terhadap Flowchart dan RAPTOR Flowchart Interpreter

hello-raptor

Flowchart

Pengenalan Flowchart

Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta instruksinya. Gambaran ini dinyatakan dengan simbol. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu. Sedangkan hubungan antar proses digambarkan dengan garis penghubung.

Flowchart ini merupakan langkah awal pembuatan program. Dengan adanya flowchart urutan poses kegiatan menjadi lebih jelas. Jika ada penambahan proses maka dapat dilakukan lebih mudah. Setelah flowchart selesai disusun, selanjutnya pemrogram (programmer) menerjemahkannya ke bentuk program dengan bahsa pemrograman.

Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta instruksinya. Gambaran ini dinyatakan dengan simbol. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu. Sedangkan hubungan antar proses digambarkan dengan garis penghubung.

Flowchart ini merupakan langkah awal pembuatan program. Dengan adanya flowchart urutan poses kegiatan menjadi lebih jelas. Jika ada penambahan proses maka dapat dilakukan lebih mudah. Setelah flowchart selesai disusun, selanjutnya pemrogram (programmer) menerjemahkannya ke bentuk program dengan bahsa pemrograman.

Simbol-simbol flowchart

simbol-flowchart-1

Flowchart disusun dengan simbol-simbol. Simbol ini dipakai sebagai alat bantu menggambarkan proses di dalam program. Simbol-simbol yang dipakai antara lain :

  • Flow Direction symbol Yaitu simbol yang digunakan untuk menghubungkan antara simbol yang satu dengan simbol yang lain. Simbol ini disebut juga connecting line.
  • Terminator SymbolYaitu simbol untuk permulaan (start) atau akhir (stop) dari suatu kegiatan
  • Connector SymbolYaitu simbol untuk keluar – masuk atau penyambungan proses dalam lembar / halaman yang sama.
  • Connector SymbolYaitu simbol untuk keluar – masuk atau penyambungan proses pada lembar / halaman yang berbeda.
  • Processing SymbolSimbol yang menunjukkan pengolahan yang dilakukan oleh komputer
  • Simbol Manual OperationSimbol yang menunjukkan pengolahan yang tidak dilakukan oleh komputer
  • Simbol DecisionSimbol pemilihan proses berdasarkan kondisi yang ada.
  • Simbol Input-OutputSimbol yang menyatakan proses input dan output tanpa tergantung dengan jenis peralatannya
  • Simbol Manual InputSimbol untuk pemasukan data secara manual on-line keyboard
  • Simbol PreparationSimbol untuk mempersiapkan penyimpanan yang akan digunakan sebagai tempat pengolahan di dalam storage.
  • Simbol Predefine Proses  Simbol untuk pelaksanaan suatu bagian (sub-program)/prosedure
  • Simbol Display  Simbol yang menyatakan peralatan output yang digunakan yaitu layar, plotter, printer dan sebagainya.
  • Simbol disk and On-line Storage   Simbol yang menyatakan input yang berasal dari disk atau disimpan ke disk.

Cara pembuatan Flowchart

Dalam pembuatan flowchart tidak ada rumus atau patokan yang bersifat mutlak. Karena flowchart merupakan gambaran hasil pemikiran dalam menganalisa suatu masalah dengan komputer. Sehingga flowchart yang dihasilkan dapat bervariasi antara satu pemrogram dengan pemrogram lainnya.

Namun secara garis besar, setiap pengolahan selalu terdiri dari tiga bagian utama, yaitu;

  1. Input berupa bahan mentah
  2. Proses pengolahan
  3. Output berupa bahan jadi.

Untuk pengolahan data dengan komputer, dapat dirangkum urutan dasar untuk pemecahan suatu masalah, yaitu;

  • START: berisi instruksi untuk persiapan perlatan yang diperlukan sebelum menangani  pemecahan masalah.
  • READ:berisi instruksi untuk membaca data dari suatu peralatan input.
  • PROCESS:berisi kegiatan yang berkaitan dengan pemecahan persoalan sesuai dengan data yang dibaca.
  • WRITE:berisi instruksi untuk merekam hasil kegiatan ke perlatan output.
  • END: mengakhiri kegiatan pengolahan

flowchart

Gambar berikut memperlihatkan flowchart dari kegiatan dasar diatas.

Dari gambar flowchart di atas terlihat bahwa suatu flowchart harus terdapat proses persiapan dan proses akhir. Dan yang menjadi topik dalam pembahasan ini adalah tahap proses. Karena kegiatan ini banyak mengandung variasi sesuai dengan kompleksitas masalah yang akan dipecahkan. Walaupun tidak ada kaidah-kaidah yang baku dalam penyusunan flowchart, namun ada beberapa anjuran yaitu:

  • Hindari pengulangan proses yang tidak perlu dan logika yang berbelit sehingga jalannya proses menjadi singkat
  • Penggambaran flowchart yang simetris dengan arah yang jelas.
  • Sebuah flowchart diawali dari satu titik START dan diakhiri dengan END.

sebagai bahan awal bisa kamu amati deh

a. panduan Raptor

b. contoh flowchart menggunakan raptor sesi 1

c. Power point Raptor

 

Bikin Flowchart memakai Software RAPTOR

Rapid Algorithmic Prototyping Tool for Ordered Reasoning (RAPTOR)

hello-raptor

A. Pendahuluan

RAPTOR  merupakan pemrograman  berbasis flowchartRAPTOR dirancang  untuk membantu memvisualisasikan algoritma yang telah kita buat. Program RAPTOR diciptakan secara visual dan dieksekusi secara visual dengan menelusuri eksekusi melalui flowchart. Biasanya kita lebih suka menggunakanflowchart untuk mengekspresikan algoritma, dan lebih berhasil menciptakan algoritma menggunakan RAPTOR daripada menggunakan bahasa tradisional atau menulis flowchart tanpa RAPTOR.

RAPTOR memiliki beberapa mode, secara default kita memakai mode Novice. Mode Novice memiliki global namespace tunggal untuk setiap variabel. ModeIntermediate digunakan untuk membuat prosedur yang memiliki ruang lingkup mereka sendiri (memperkenalkan gagasan lewat parameter dan mendukung rekursi). Mode baru RAPTOR adalah mode yang berorientasi object, yaitu versi 2009.

RAPTOR bebas untuk didistribusikan sebagai layanan kepada masyarakat.RAPTOR pada awalnya dikembangkan oleh dan untuk US Air Force Academy, Departemen Ilmu Komputer, namun penggunaannya telah menyebar dan RAPTOR sekarang digunakan untuk pendidikan di lebih 17 negara pada setidaknya 4 benua.

RAPTOR juga di lengkapi dengan proses generate flowchart ke beberapa source code yang sudah banyak di kenal seperti C++, Java, C# dan lain-lain. Sehingga pengguna tidak perlu lagi membangun dari awal sebuah source code, karena dariflowchart yang telah di buat langsung di terjemahkan ke Source Code olehRAPTOR.

Keunggulan dari software RAPTOR Interpreter Flowchart  adalah dapat mengeksekusi flowchart yang telah di bangun menjadi sebuah visualisasi yang nyata, sehingga pengguna dapat mengetahui step by step flowchart yang mereka buat melalui eksekusi secara visual dalam tiap langkahnya. Selain itu kelebihan dari Raptor Interpreter Flowchart ini ada pada saat kita membuat flowchartdengan penulisan variabel, RAPTOR di dukung dengan adanya fitur Auto Complete  seperti layaknya pada Pemrograman Visual Basic

simbol-flowchart-1

B. Interface

Pada program raptor memiliki digunakan simbol  sebagai berikut:

simbol-raptor

Gambar diatas merupakan interface dari RAPTOR. Disebelah kiri merupakan simbol-simbol yang dapat kita gunakan untuk membuat sebuah flowchart. Berikut adalah fungsi dari symbol-simbol diatas :

simbol-simbol yang sudah disediakan,
  • Assignment = Memberi, mengubah, dan menentukan sebuah variabel dengan nilainya sebelum akan di proses dalam program.
  •  Call =  Mengeksekusi sekelompok instruksi didefinisikan dalam prosedur bernama . Dalam beberapa kasus beberapa argumen prosedur ( yaitu , variabel ) akan diubah oleh petunjuk prosedur ini.
  • Input =  Memunginkinkan user untuk memasukan data yang selanjutnya di simpan dalam variable. 
  • Output = Menampilkan display dan variable yang sudah ditentukan.
  • Selection = Fungsi percabangan, ketika kondisi yang di tentukan ya atau tidak, maka akan ada statement yang berbeda.
  • Loop = Untuk mengulang suatu perintah dari fungsu percabangan yang sudah di tentukan.

C. Operator atau Fungsi

Operator atau fungsi memerintahkan komputer untuk melakukan beberapa perhitungan pada data. Operator ditempatkan antara data yang dioperasikan (yaitu X / 3, Y +7, dll) sedangkan fungsi menggunakan tanda kurung untuk menunjukkan data tersebut beroperasi pada (yaitu sqrt (4.7), sin (2,9)). Ketika dieksekusi, operator dan fungsi melakukan perhitungan dan mengembalikan hasil. RAPTOR memiliki operator dan fungsi sebagai berikut :Operator dan Fungsi

basic math                : +, -, *, /, ^, **, rem, mod, sqrt, log, abs, ceiling, floor.

trigonometry             : sin, cos, tan, cot, arcsin, arcos, arctan, arccot.

relational                  : =, !=, /=, <, >, >=, <=.

logical                      : and, or, not.

miscellaneous           : random, Length_of.

Operator matematika dasar dan fungsi yang termasuk biasa (+, -, *, /) serta beberapa yang tidak biasa.

“**” dan “^” adalah exponentiation, seperti 2 ** 4 adalah 16, 3 ^ 2 adalah 9.

rem (remainder) dan mod (modulus) mengembalikan sisa (apa yang tersisa) ketika operan kanan membagi operan kiri, contoh : 10 rem 3 adalah 1, 10 mod 3 adalah 1 juga.

sqrt mengembalikan akar kuadrat, contoh : sqrt (4) adalah 2.

log mengembalikan logaritma natural, contoh : log (e) adalah 1.

abs mengembalikan nilai absolut, contoh : abs (-9) adalah 9.

ceiling pada seluruh nomor, contoh : ceiling (3,14159) adalah 4.

floor pada seluruh nomor, contoh : floor (10/3) adalah 3.

“+” juga bekerja sebagai operasi concatenation untuk menggabungkan dua string atau string dan angka, contoh : “rata-rata adalah” + (Jumlah / Angka).

length_of mengembalikan jumlah karakter dalam sebuah variabel string (juga jumlah elemen dengan sebuah array), contoh : Nama ← “Stuff” diikuti dengan Length_Of (Nama) adalah 5.

 

Kita terbiasa dengan fungsi trigonometri (sin, cos, tan, cot, arcsin, arcos, arctan, arccot). Mereka bekerja pada berbagai unit yang bernilai radian. (kita harus mengkonversi dari derajat ke radian sebelum menggunakan fungsi tersebut.). arctan dan arccot adalah versi kedua parameter fungsi ini. (yaitu arctan (X / Y) ditulis dalam RAPTOR sebagai arctan (X, Y)).

Dalam RAPTOR, operator relasional dan operator logika hanya dapat digunakan dalam pengambilan keputusan sebagai bagian dari statement Selection dan Loop. Operator relasional adalah != = (tidak sama dengan), / = (tidak sama dengan), <,>,> = dan <=. Operator relasional mengembalikan nilai “Boolean” dalam “True”atau “False” (ya atau tidak). Sebagai contoh, operasi X < Y akan mengembalikanTRUE jika nilai yang tersimpan dalam variabel X kurang dari nilai yang disimpan dalam variabel Y. Jika tidak nilai FALSE dikembalikan. Hasil dari operasi relasional dapat digunakan oleh operator logika.

Operator logika didefinisikan oleh tabel berikut. Operan yang digunakan oleh operator logika harus bernilai “Boolean” (artinya nilai-nilai yang dikembalikan oleh operator relasional atau operator logis).

Fungsi secara acak mengembalikan angka antara 0 dan 1, contoh : X ← secara acak bisa menjadi 0, 0,23, 0,46578, dll. Jika kita memerlukan nomor acak dalam kisaran yang berbeda maka kita bisa menggabungkan fungsi acak dengan operasi lain. Misalnya, random * 100 akan mengevaluasi ke angka antara 0 dan 100. ceiling (random * 100) akan mengevaluasi ke seluruh nomor antara 1 dan 100.

D. Aplikasi

bagi yang membutuhkan aplikasinya

raptor2012

raptor2015

AYAT-AYAT SAINS DALAM ALQURAN

“Al Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagikaum yang meyakini “
(Q.S. al-Jatsiyah [45] : 20)

Langkah persiapan dalam mengembangkan kurikulum berintegrasi atau berbasis Al-quran dan Hadits adalah menelusuri Ayat-Ayat Sains dalam al-Quran.
Kita harus ingat bahwa al-Quran memuat informasi sains masa depan yang memerlukan usaha keras kita untuk memahaminya. Sehingga kita tidak boleh memaksakan informasi di dalam al-Quran agar senantiasa sesuai dengan penemuan sains masa kini. Meskipun demikian, bahasa al-Quran mudah difahami oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dalam memahami ayat-ayat sains alquran kita harus berpegangan pada al-Quran is always one step ahead of science. Kita harus berpijak pada keyakinan bahwa penjelasan-penjelasan al-Quran selalu selangkah lebih maju dibanding penemuan-penemuan modern. Setiap penemuan hebat abad kontemporer, ternyata sudah dijelaskan oleh al-Quran sejak abad ke-7 silam. Jelaslah bahwa al-Quran merupakan suatu himpunan informasi tentang masa lalu, masa kini, sekaligus masa depan yang tak dapat disangkal kebenarannya.
Untuk memudahkan guru mengintegrasikan agama dan sains dalam pembelajaran, maka perlu dilakukan “Grouping Ayat” yang berkaitan dengan disiplin suatu ilmu. kita dapat memanfaatkan kitab Fathur Rahman dan aplikasi indeks al-quran sebagai bantuan kita dalam menelusuri dan membuat pengelompokan ayat-ayat al-quran tersebut. Berikut ini peta konsep sains dalam al-Quran:
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Sebagai suatu disiplin ilmu pengetahuan, IPA menganalisis fenomena alam dan makhluk hidup. Al-Quran menyebutkan:
Asal-usul kehidupan dari air (QS. Al-Anbiya’:30); Macam-macam air sebagai sumber kehidupan (QS. Thaha:53; QS. Al-An’am:99; QS. Al-Nahl:65; QS. Al-Hajj:5); Dunia tumbuhan yang tumbuh subur karena air (QS. Fushshilat:39; QS. Qaf: 9-11; QS. Al-An’am:141; QS. Al-Nahl:10-11); Aneka ragam buah, bunga, dan hasil panen yang dapat dipetik (QS. Al-Hijr:19; QS. Al-Qamar:49; QS. Ar-Ra’d: 3-4; QS. Thaha:53; QS. Luqman:10; QS.Hajj:5; QS.asy-Syura:7-8; QS. Al-An’am:95; QS. Yasin:36); Dunia binatang (QS. Al-Najm: 45-46; QS. Zukhruf: 12; QS. Al-An’am: 38, 142-144; QS. Al-Nahl: 5-9); Dataran tinggi dan hujan (QS.Al-Baqarah: 265); Banjir (QS. Saba’: 15-16); Gerak hewan (QS.Nur: 45); Perkawinan tumbuhan & hewan (QS. Yasin:36; QS. Al-Hijr: 22).
Alam semesta dalam keadaan gas (QS. Fushshilat: 11); Orbit (QS. Adz-Dzariyat: 7; QS. Al-Anbiya’: 33; Yasin: 40); Atom dan subatom (Saba’: 3); Tarikan dan gerakan (QS. Takwir: 15-16); Relativitas waktu (QS. Maarij:4; QS. Sajdah: 5; QS. Al-A’raf: 54; QS. Hud: 7; Yunus: 3, 5 & 45; QS. Al-Furqan: 59; QS. Al-Mukminun: 112-113); Rotasi & revolusi (QS. Yasin:38; QS. Shaffat: 5; QS. Yunus:5); Orbit bulan (QS. Yasin: 39; QS. Syams: 1-2); Lapisan langit (QS. Mulk: 3); Lapisan bumi (QS. Al-Thalaq: 12); Hujan (QS. Al-Thariq: 11); Langit tanpa tiang (QS. Ar-Ra’d: 2; QS. Fathir: 41); Bentuk geoidal bumi (QS. Al-Nazi’at: 30); Siang dan malam (QS. Az-Zumar: 5); Rotasi bumi dan gunung (QS. Al-Naml: 88); Awan dan proses terjadinya hujan (QS. Nur: 43; QS.Ar-Ra’d: 12); Siklus air (QS. Al-Zumar: 21; QS. Al-Nazi’at: 31); Laut (QS. Al-Rahman: 19-20); Minyak bumi (QS. Al-A’la: 4-5).
Fisika
Fisika adalah ilmu yang menyelidiki fenomena-fenomena benda berdasarkan tinjauan sifat-sifat fisis hasil indera manusia. Diantara filosof muslim yang berjasa dalam bidang ini adalah al-Kindi, al-Biruni, al-Nazzam, al-Baqillani, Mulla Shadra, dan masih banyak lagi. Beberapa ayat yang berkaitan dengan materi fisika diantaranya: Listrik (QS. Nur: 35); Atmosfer (QS. Fushshilat: 12); energy panas (QS. Yasin: 80; QS. Waqi’ah: 71-73; QS. Thaha: 10; QS. al-Naml: 7); neraca dan pengukuran (QS. al-An’am: 152; QS. al-A’raf: 85; QS. al-Syura: 17); gelombang suara (QS. al-Kahfi: 26; QS. Saba’: 50); dunia warna (QS. Fathir: 27-28; QS. al-An’am: 99).
Kimia

Air/Hidrogen (QS. Hud: 11; QS. al-Anbiya’: 30); Partikel atom & subatom (QS. Saba’:3; QS. al-Furqan: 2); reaksi kimiawi pada fenomena batu-batuan (QS. al-Baqarah: 74; QS. al-A’raf: 58); logam mulia (QS. ali-Imran: 14; QS. al-Taubah: 34); besi (QS. al-Hadid: 25; QS. al-Isra’: 51, QS. Saba’: 10-11; QS. Ibrahim: 50).
Matematika
Matematika sebagai suatu disiplin ilmu berkaitan dengan bilangan. Berikut ini grouping ayat yang berhubungan dengan bilangan/ilmu hitung: Penggunaan angka/bilangan (QS. Al-Rahman: 5; QS. Al-Kahfi: 11-12, 19,22; QS. Al-Mukminun: 112-114; QS. Ibrahim: 34; QS. Hud: 104; QS. Mudatsir: 31; QS. Yusuf: 20); Kelender (QS. Al-Taubah: 36); Penjumlahan/pertambahan (QS. Al-Baqarah: 261; QS. Yusuf: 43)

Bahasa
Komunikasi binatang (QS.al-Naml: 16&18, QS. Al-An’am: 38); Bahasa (QS. Al-Rahman: 3-4; QS. Al-Baqarah: 37)
Teknik Informatika
Al-Quran secara tegas menjelaskan pentingnya keabsahan data informasi dalam QS. Al-Hujurat:6 dan untuk mempermudah akses serta proses informasi dalam QS. Al-Baqarah: 185; QS. Thalaq:7; QS. Al-Insyirah:5-6)
Teknik Arsitektur
Seni arsitektur bisa dilihat dari desain dan struktur bangunan yang dihasilkannya. Al-Quran memberikan ilustrasi gaya bangunan yang menawarkan keindahan dan kenyamanan pemakainya, serta memperhatikan keseimbangan yang sempurna dengan lingkungan yang mengitarinya. Seperti perumpamaan struktur bangunan rumah lebah dalam QS. Al-nahl: 68-69; Kontruksi bangunan yang memerlukan penguat dari besi dalam QS. Al-hadid: 25, QS. Al-Isra’: 51, QS. Al-Kahfi: 96, QS. Saba’: 10-11, QS. Al-Hajj: 21, QS. Ibrahim: 50; Hunian yang indah dalam QS. Ali-Imran: 198, QS. Al-Taubah: 72, QS. Sajdah: 19, QS. Al-Nisa’: 57, QS. Al-Insan: 13-14, dan QS. Al-Ra’d: 35.

Langkah selanjutnya setelah melakukan penelusuran ayat-ayat tersebut adalah melakukan elaborasi sains dengan alquran.

Contoh Elaborasi Sains secara Qurani
Disiplin Fisika, misalnya tentang “Tata Surya”
Gerakan matahari, bulan, serta bumi terus berlangsung tanpa sedikitpun bersinggungan dengan kehidupan kita. Semua fenomena ini terjadi untuk memberikan kehidupan di muka bumi dan aneka kemungkinan yang terjadi. Bumi mengitari matahari pada sudut kemiringan 23 derajat dan 27 menit. Musim silih berganti di bumi berkat kemiringan ini yang padanya bergantung pula system pertumbuhan tanaman. Kecepatan rotasi bumi di sumbunya mencapai 1.670 km/jam. Apabila bumi tidak melakukan rotasi, permukaannya yang menghadap matahari akan terus-menerus terpapar cahaya matahari, sementara bagian belakangnya akan selalu berada pada kegelapan. Jika keadaannya semacam itu, maka kehidupan makhluk hidup di dunia ini tidak akan ada. Telah disebutkan dalam QS. Al-Anbiya’: 33 dan QS. Yasin: 40 dengan terjemah sebagai berikut:
Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.
Tidaklah mungkin matahari mengejar bulan, dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya. Semua gerakan matahari, bulan, dan bumi, terus berlangsung dalam keselarasan yang sempurna. Segala sesuatunya diatur dengan demikian hebatnya. Bahkan Yupiter, planet terbesar dalam tata surya, menyumbang manfaat untuk kehidupan ini. Astronom George Wetherill dalam artikelnya tentang Yupiter, mengatakan bahwa andai di sana tidak ada planet yang besarnya sama dengan Yupiter, bumi akan mendapatkan ribuan kali paparan meteor dan komet. Ke mana pun menghadap, kita melihat penghitungan luar biasa yang demikian terperinci dan merupakan karya seni. Sang Pencipta menyajikan bukti, betapa Dia Mahakuasa, Mahamengetahui, serta Maha Penyayang di alam semesta.

sumber :

Elaborasi Ayat-Ayat Sains dalam Al-Quran: Langkah Menuju Integrasi Agama dan Sains dalam Pendidikan
Septiana Purwaningrum STAI Hasanuddin Pare-Kediri

Pengembangan Kurikulum Berbasis Al-Quran/Hadits di SMA Ibrahimy

Dalam rangka Integrasi sekaligus pengembangan kurikulum berbasis Al-quran atau Integrasi Sains dan Religi, maka SMA Ibrahimy Sukorejo membentuk Tim Khusus Pengembangan Kurikulum Terpadu Berbasis Al-Quran dan Hadits.

Adapun langkah pengembangan yang dilakukan adalah

  1. Pembuatan Tim Tujuh sebagai Tim Penggerak sekaligus Pendamping
  2. Pemetaan Rencana Pengembangan
  3. Pembuatan Draf Acuan / Format pengembangan dalam bentuk Analisis SKL, KI, KD serta Indikator yang memasukkan Ayat-ayat Alquran dan Hadits dalam bentuk integrasi atau basis
  4. Pembahasan Draf Acuan dengan Tim Pakar Penelaah Kurikulum dan Ahli di bidang Al-Quran dan Hadits
  5. Pengembangan Analisis SKL, KI, KD serta Indikator bersama Dewan guru dalam kelompok MGMP per mapel
  6. Rapat pleno pengembangan dengan melibatkan Tim Pakar dan Ahli dari PT berbasis Sains dan religi
  7. Pengesahan Dokumen Pengembangan Kurikulum berbasis Al-quran dan Hadits

Tahapan Pengembangan Kurikulumnya

  1. Analisis SKL, KI dan KD
  2. Analisis Indeks Pencapaian Kompetensi
  3. Pengembangan Silabus
  4. Pembuatan RPP

Komponen Silabus Pembelajaran memuat sekurang-kurangnya komponen poin 1 sampai 9. Dalam silabus berbasis SQL, kami menambahkah Ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tema setiap dasar kompetensi ataupun kompetensi dasar. Berikut keseluruhan komponen silabus berbasis SQL:

  1.  Identitas Silabus Pembelajaran
  2.  Standar Kompentensi
  3. Kompetensi Dasar
  4.  Materi Pembelajaran
  5.  Kegiatan Pembelajaran
  6.  Indikator Pencapaian Kompetensi
  7. Penilaian
  8.  Alokasi Waktu
  9. Sumber Belajar
  10. Dasar Al-Qur’an/ Hadist

Komponen-komponen silabus di atas,  disajikan dalam contoh format silabus secara horisontal sebagai berikut.

Silabus Pembelajaran

Sekolah                                   :  SMA IBRAHIMY SUKOREJO

Kelas/Semester             :  ….. / …….

Mata Pelajaran              :  …….

Standar Kompetensi      : ………..

Kompetensi

Dasar

Materi

Pembelajaran

Kegiatan

Pembelajaran

Indikator Pencapaian Kompetensi
*)Ayat Alqur’an

Kolom Lanjutan

Penilaian Alokasi

Waktu

Sumber

Belajar

Teknik Bentuk

Instrumen

Contoh

Instrumen

Catatan:

*    Ayat Al-Qur’an disertakan dalam kolom Kompetensi Dasar dalam bentuk berbasis alqur’an atau pengintegrasian alquran

*   Kegiatan Pembelajaran: kegiatan-kegiatan yang spesifik yang dilakukan siswa untuk mencapai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

*    Alokasi waktu: termasuk alokasi penilaian yang terintegrasi dengan pembelajaran  (n x 45 menit)

*    Sumber belajar: buku teks, alat, bahan, nara sumber, atau lainnya.

 

LESSON STUDY

Tulisan ini merupakan tindak lanjut dari Workshop Lesson Study

In-country Training for Indonesian Teachers/Educators
Lesson Study: Promoting Collegial Collaboration and Continuing Professional Development
10-14 October 2016
at Education Department, District of Situbondo, East Java, Indonesia

20161010_0835321

Lesson Studi pada dasarnya adalah untuk mempelajari bagaimana cara kita mengajar. Lesson Studi berupaya mempelajari cara kita mengajar dengan tujuan yaitu untuk meningkatkan kualitas kita dalam mengajar (quality improvement in teaching skill).

dengan Nara Sumber Mr. Lee Shok Mee from Malaysia dan Mr Pedro L Montecillo from Philipines

Catatan dalam Lesson Studi ini adalah

  1. Lesson Study bertujuan untuk memperbaiki kulitas dalam mengajar bukan menilai kemampuan mengajar
  2. Guru atau kolega memberikan masukan untuk perbaikan pengelolaan pembelajaran bukan dalam pengertian mengkritisi tetapi lebih mengarah terhadap evaluasi diri
  3. Dalam melakukan lesson Studi diperlukan sejumlah guru dengan keahlian atau mapel yang diajarkan harus sama berjumlah minimal 3 atau maksimal 8 dan jumlah ideal adalah 5.
  4. Lesson Study diupayakan tidak mengganggu jam mengajar atau membutuhkan biaya yang besar, karena fokusnya lebih pada perbaikan pengelolaan kegiatannya
  5. Pembuatan Lesson Plan merupakan persyaratan mutlak dalam pelaksanaan Lesson Study

berikut file-file yang di fasilitasi oleh SEAMEO / RECSAM sebagai pelaksana program Workshop Lesson Studi ini

a. materi asli Lesson Study SEAMEO/RECSAM

b. Lesson Plan

c. Multiplier Effect / Proposal Lesson Plan

20161014_0701001