RAMADLAN 1438 H

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sendiri sebelumnya mengatakan tak akan ada lagi perbedaan pendapat dalam penentuan awal Ramadhan maupun Lebaran atau Idul Fitri mulai tahun ini.

Sebab, kata dia, dua organisasi massa terbesar di Indonesia yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah satu suara dalam penetapan tanggal awal pelaksanaan puasa Ramadhan.

Lanjut Lukman, NU dan Muhammadiyah telah bersepakat menyamakan metode dan kriteria untuk menetapkan kalender hijriah nasional. Pada pokoknya, semua berkomitmen agar tak ada lagi perbedaan pendapat dalam penentuan Ramadan dan Lebaran.

“Semua sudah memiliki kesamaan niat agar ini bisa pada kriteria yang sama pada cara pandang pemahaman yang sama,” kata Menteri.

Selama ini Muhammadiyah memang kerap berbeda menetapkan 1 Ramadhan dan 1 Syawal. Sedangkan Pemerintah kerap satu pandangan dengan NU.

“Kita kemarin diskusi dengan muzakarah dengan Muhammadiyah, alhamdulillah semua pimpinan Muhammadiyah hadir, ada kesamaan tujuan cara pandang,” ujar Menteri.

Berbeda dengan tahun 2014 atau 1435 Hijriah, terjadi perbedaan untuk awal puasa. Jika Muhammadiyah menetapkab 28 Juni 2014, NU baru besoknya 29 Juni melaksanakan awal puasa.

Pemerintah pun mengakui perhitungan hisaban penentuan awal Ramadhan yang dilakukan oleh NU. Namun saat itu, pemerintah tak mempermasalahkan soal perbedaan dengan Muhammadiyah.

Pimpinan Muhammadiyah, Din Syamsudin pun menyambut baik sikap pemerintah. Din menghargai kebijakan pemerintah yang tidak memaksa umat Islam mematuhi keputusan awal puasa.

“Kami memberikan penghargaan pada Menteri Agama yang mengedepankan pendekatan ukhuwah Islamiyah dalam membahas perbedaan,” kata Din.

Menurut Din, awal Ramadhan adalah persoalan keyakinan beribadah. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk menghormati perbedaan.

“Itu amanat konstitusi yang memberikan kemerdekaan kepada warganya untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing,” ujar Din.

Sekadar informasi, perbedaan penentuan awal Ramadhan atau pun Lebaran terjadi karena ketidaksamaan metode dan kriteria. NU menggunakan dua metode, yakni hisab (perhitungan matematis dan astronomis) dan rukyat (pengamatan pada bulan sabit atau hilal). Sedangkan Muhammadiyah menerapkan pada metode hisab saja.

Bagi NU, usia bulan telah dipastikan berdasarkan metode hisab. Tetapi, sesuai perintah Hadist, perhitungan berdasarkan hisab harus dibuktikan secara empirik, yakni melihat langsung penampakan Bulan. Soalnya Bulan bisa saja tak tampak karena terhalang, misalnya, awan.

Muhammadiyah meyakini bahwa sesuai Hadist pula, awal Ramadhan atau pun Lebaran cukup ditentukan berdasarkan Hisab, tak perlu rukyat. Karena itu, Muhammadiyah selalu lebih awal memastikan memulai dan mengakhiri berpuasa.

Selain perbedaan penggunaan metode itu, ada pula perbedaan kriteria dalam imkanur rukyat atau mempertimbangkan kemungkinan terlihatnya hilal. Imkanur rukyat dimaksudkan untuk menjembatani metode rukyat dan metode hisab.

Ada yang menetapkan tingkat ketinggian hilal untuk dapat diamati pada ketinggian kurang 0 derajat, lebih dari 2 derajat, dan 0 sampai 2 derajat.  Ada juga yang berpendapat bahwa pada ketinggian kurang dari 2 derajat, hilal tidak mungkin dapat dilihat sehingga dipastikan ada perbedaan penetapan awal bulan pada kondisi ini.

lebihlanjut bisa kembali dipelajari postingan sebelumnya tentang rukyat / ilmu falak

+#*+#*SMK8P00KK8Gt

Membuat Soal Online dengan Memanfaatkan Google Form

SMK NEGERI 1 BANYUPUTIH

AYO GURU-GURU YANG INOVATIF DAN KREATIF

Setelah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer dengan Sukses, selanjutnya sekolah berharap agar bapak ibu Guru yang terhormat mulai memanfaatkan fasilitas internet dan jaringan komputer salah satunya dengan membuat soal ujian on line mandiri.
 
Untuk membuat soal online dengan mudah dan cepat, ada beberapa aplikasi yang dapat digunakan. Salah satunya adalah Google Formulir.
 
 Google Formulir merupakan aplikasi pembuatan berbagai formulir (soal, angket, dll). Sebelum menggunakan Google Formulir pengguna terlebih dahulu harus memiliki akun google. Pembuatan akun google pun sangat mudah, seperti pembuatan email pada umumnya.
Berikut ini langkah-langkah pembuatan soal dengan Google Formulir.

1. Bukalah google Drive anda, gambar sebagai berikut,

2. Kemudian setelah masuk pada google drive, pilihlah Drive saya, kemudian File Baru, kemudian Google Formulir. seperti gambar berikut.

3. Maka akan muncul google formulir dengan tampilan sebagai berikut:
Untuk mulai membuat soal dapat menempuh cara berikut ini.
1. Tulislah judul Soal…

Lihat pos aslinya 375 kata lagi

SOAL ONLINE DENGAN CLASSMARKER

Kali ini saya ingin sharing info saja tentang membuat soal online dengan Class marker

Class marker adalah aplikasi web based yang bermanfaat sebagai alat untuk evaluasi pembelajaran. Selain class marker, masih banyak quis online yang lain salah satunya yang sempat saya share di blog smknsatubanyuputih.wordpress.com yaitu eFront dan Google Form.

Langkah-langkah dalam menggunakan Class Marker adalah

  1. membuka web browser yang anda miliki misalnya mozila atau google crome
  2. Kemudian ketikkan ‘http://www.classmarker.com’ pada address bar
  3. Maka anda akan menjumpai tampilan seperti dibawah ini.
  4. Apabila anda belum memiliki akun class marker maka anda harus mendaftar terlebih dahulu.        Dengan klik link ‘register free’, yaitu untuk melakukan registrasi secara gratis
  5. Selanjutnya akan keluar tampilan seperti dibawah ini 
  6. Kemudian pilihlah account sesuai dengan tujuan andaBagi siswa Apabila anda akan mengikuti sebuah test maka anda harus klik link ‘Register here to take tests’. Dan apabila anda akan membuat akun sebagai administrator dalam quis itu maka klik link ‘For business use register here’ atau ‘For education use register here’.

    For business use register here digunakan apabila anda akan membuat quis untuk sebuah bisnis. Dan For education use register here digunakan apabila anda akan membuat quis untuk sebuah pelajaran atau untuk pendidikan. Saya selanjutnya hanya menjelaskan bagaimana cara membuat quis untuk sebuah mata kuliah atau mata pelajaran. Maka harus klik pada link ‘For education use register here’.

  7. Setelah klik  registrasi pada education maka muncul form registrasi isi form yang telah di sediakan dari tampilan tersebut. Apabila anda telah selesai mengisi semua      data yang ada dalam form, selanjutnya klik pada button ‘Register’ yang berada pada form bagian bawah.
  8. Apabila anda berhasil melakukan registrasi maka akan muncul tampila seperti di bawah ini. Maka untuk        membuka halaman untuk membuat sebuah quis anda harus masuk (log in) kedalam halaman tersebut.           Dengan cara memasukkan username dan password yang teah anda buat sebelumnya pada laman                    registrasi tadi. Lalu klik tombol ‘Log in’.
  9. Lakukan login sesuai login yang anda buatSetelah anda berhasil log in maka akan mucul tampilan seperti berikut.

    Apabila anda belum memiliki sebuah quis maka anda perlu membuat quis baru dengan klik icon seperti          kertas atau klik link ‘Create a Test’ yang telah tersedia pada tampilan tersebut.

  10. Setelah itu akan muncul tampilan sebagai berikut. Yang mana anda akan di suruh untuk memasukkan             nama quisnya, dan apabila telah selesai masukkan nama quisnya kemudian klik tombol yang ada yaitu           tombol ‘Start Adding Question’.
  11. Maka muncul tampilan seperti berikut. Untuk membuat pertanyaan-pertanyaan anda tinggal klik          tombol ‘Add Question’ dan klik ‘Add New’. 
  12. Mulailah mengisi soal pertamaTerdapat banyak type soal yang tersedia di class marker, Multiple Choice (pilihan ganda), True False                  (Benar dan salah), Free Text (Jawaban Singkat), Grammar, Essay (Essay). Apabila anda telah selesai            melakukan pembuatan soal, kemudian klik tombol ‘Back to Test’.
  13. Teruskan dengan mengikuti intruksi dari class markernya

Dewasa dikitlah massa harus dipandu terus he he keep peace ah atau tanya langsung ke Mr Dans (Dadan Haedar Rauf)

 

TAWASSUL DALAM IBADAH

 Tawasul adalah mendekatkan diri atau memohon kepada Allah SWT dengan melalui wasilah (perantara) yang memiliki kedudukan baik di sisi Allah SWT.

Wasilah ialah perantara  berupa amal baik kita ataupun melalui orang sholeh yang kita anggap mempunyai posisi lebih dekat kepada Allah.

أَلْوَسِيْلَةُ وَهِيَ مَا يُتَقَرَّبُ اِلَى الشَّيْئِ وَتَوَسَّلَ اِلَى رَبِّهِ بِوَسِيْلَةِ تَقَرُّبٍ اِلَيْهِ بِعَمَلِهِ

Artinya: “Wasilah adalah sesuatau yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada sesuatu yang lain. seseorang bertawassul kepada Tuhannya melalui wasilah (media) Taqorrub dengan amal ibadahnya.” (Kamus Al Misbah Al Munir)

اَلتَّوَسُّلُ بِأَحْبَابِ اللهِ هُوَ جَعَلَهُمْ وَاسِطَةً إِلَى اللهِ تَعَالَى فِى قَضَاءِ الْحَوَائِجِ لِمَا ثَبَتَ لَهُمْ عِنْدَهُ تَعَالَى مِنَ الْقَدْرِ وَالْجَاهِ مَعَ الْعِلْمِ بِأَنَّهُمْ عَبِيْدٌ وَمَخْلُوْقُوْنَ وَلَكِنَّ اللهَ جَعَلَهُمْ مَظَاهِرُ لِكُلِّ خَيْرٍ وَبَرَكَةٍ وَمَفَاتِيْحُ لِكُلِّ رَحْمَةٍ

Artinya: “Tawassul adalah memohon kepada Allah swt melalui perantara orang-orang yang dicintai-Nya, seperti para Nabi dan Wali.  Dikarenakan mereka adalah orang-orang yang telah diridhoi dan telah diberi derajat yang tinggi di sisi Allah swt.”   
(al-Ajwibah al-Ghaliyah fi Aqidah al-Firqoh an-Najiyah dalam Fiqh Tradisionalis)

Wasilah yang digunakan bisa berupa nama dan sifat Allah SWT, amal shaleh yang kita lakukan, dzat serta kedudukan para nabi dan orang shaleh, atau bisa juga dengan meminta doa kepada hamba-Nya yang sholeh. Allah SWT berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” [Al-Maa-idah: 35]

Menurut jumhur Ahlus Sunnah Wal-Jamaah, tawasul dengan segala ragamnya adalah perbuatan yang dibolehkan atau dianjurkan. Kebolehan tawasul dengan nama dan sifat Allah SWT, amal shaleh dan meminta doa dari orang sholeh telah disepakati,

 

Hukum Tawasul
Bertawasul dengan nabi dan orang-orang shaleh kerap menjadi permasalahan. Contoh sederhana tawasul jenis ini adalah ketika seseorang mengharapkan ampunan Allah SWT. Misalnya ia berdoa, “ Ya Allah, aku memohon ampunanmu dengan perantara nabi-Mu atau Syaikh Abdul Qadir al-Jailani.” Terlihat jelas dalam bertawasul, nabi atau orang sholeh hanyalah perantara, sedangkan yang dituju dengan do’a hanyalah Allah SWT semata. Dengan tawasul, ia tidak menjadikan nabi dan orang shaleh tersebut sebagai tuhan yang disembah.

Dalil – dalil Hukum Tawasul

  • Dalil Pertama Mengenai Hukum Tawasul – Kebolehan bertawasul dengan nabi adalah hadits shahih tentang Syafaat yang diriwayatkan oleh para hufadz dan ahli hadits. Pada hari kiamat, ketika manusia dikumpulkan di padang Mahsyar, mereka mengalami kepayahan yang sangat. Mereka bertawasul dengan mendatangi para nabi untuk meminta pertolongan supaya Allah SWT mengistirahatkan mereka dari penantian yang panjang.
  • Dalil kedua tentang Hukum Tawasul – Kebolehan bertawasul dengan nabi adalah hadits dari sahabat Utsman bin Hunaif yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi, an-nasai, ath-Thabrani, al-Hakim dan Baihaqi dengan sanad yang shahih. Diriwayatkan dari Utsman bin hunaif bahwa seorang lelaki buta datang kepada Nabi SAW Memohon kepada Rasulullah SAW berdoa untuk kesembuhannya. Rasulullah SAW bersabda: “Jika engkau ingin, aku akan doakan. Namun jika engkau bersabar maka itu lebih baik.”Lelaki itu tetap berkata, “Doakanlah.”Nabi SAW lalu memerintahkan kepadanya untuk berwudhu dengan sempurna, shalat dua rakaat dan berdoa dengan doa berikut: “Ya Allah, aku memohon dan menghadap kepada-Mu dengan (perantara) Nabi-Mu Muhammad, nabi yang rahmat. Ya Muhammad, sesungguhnya aku menghadap kepada Tuhanku denganmu agar terpenuhi hajatku. Ya Allah, izinkanlah ia memberikan syafaatnya kepadaku…” kemudian lelaki itu bisa melihat.
  • Hukum Tawasul di dalam hadits riwayat ath Thabrani dan al-Baihaqi terdapat tambahan bahwa shabat Utsman bin Hunaif di kemudian hari mengajarkan doa tersebut kepada seorang lelaki agar hajatnya terpenuhi setelah wafatnya Rasulullah SAW. Tambahan hadits ini dishahihkan oleh ath Thabrani. Al-Haitsami
    dalam Majma Zawaid menetapkan pendapat ath Thabrani mengenai keshahihannya. Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa lelaki buta meminta doa kepada Nabi SAW, namun Nabi tidak mendoakannya melainkan mengajarkan doa yang berisi bertawasul dengan nabi saw. Ini menunjukkan bertawasul dengan nabi saw. boleh.
    Seandainya tawasul ini syirik maka tidak mungkin Nabi SAW mengajarkannya kepada orang buta tersebut. Para pengingkar tawasul akan berusaha memalingkan makna hadits tersebut dengan takwil yang jauh dari makna dzohirnya. Mereka yang mengatakan yang dimaksud orang buta tersebut bukan bertawasul dengan nabi saw melainkan bertawasul dengan meminta doa Nabi saw. Perkiraan ini keliru sebab hadits tersebut tidak menjelaskan bahwa Nabi saw. berdoa. Bahkan yang disebutkan adalah bahwa Nabi saw. meminta orang buta itu berdoa dengan menyebut nama beliau dalam doanya sebagai perantara. Jika itu adalah bentuk tawasul dengan doa, pasti Nabi saw. tidak perlu repot-repot mengajarkan doa yang panjang itu. Beliau hanya perlu menengadahkan tangan dan berdoa.
  • Dalil lain mengenai Hukum Tawasul – Kebolehan bertawasul dengan dzat adalah hadits yang disebutkan dalam shahih Bukhari bahwa sayidina Umar ra meminta hujan pada masa kekeringan dengan sayidina Abbas, paman Nabi saw. seraya berkata:“Ya Allah, sesungguhnya kami dahulu bertawasul kepada-Mu dengan Nabi-Mu SAW, dan sesungguhnya kami sekarang bertawasul kepadamu dengan paman Nabi kami.” Maka hujanpun turun.Para ulama menyebutkan bahwa tawasul sayidina Umar ini bukan dalil tidak bolehnya bertawasul dengan nabi saw setelah wafatnya, sebab telah berlalu dalil mengenai tawasul para sahabat dengan Nabi saw setelah wafat. Ini adalah dalil mengenai kebolehan bertawasul dengan hamba yang sholeh selain nabi. Hadits ini juga menunjukkan bahwa tawasul tidak harus dilakukan dengan hamba yang paling utama. Shabat Ali bin Abi Thalib lebih utama dari sahabat Abbas, tapi justru sahabat Abbas yang dijadikan wasilah. Tawasul dengan sahabat Abbas pada hakikatnya juga tawasul dengan Rasulullah SAW. Kalau bukan karena dia adalah kerabat dengan posisinya dengan Rasulullah saw., maka tidaklah beliau dijadikan tawasul. Berarti ini adalah bentuk bertawasul dengan nabi juga. Arti Tawasul dan Hukum Tawasul
Imam as-Subki dan Ibnu Taimiyah Tentang Hukum Tawasul
Pendapat mengenai hukum Tawasul – Kebolehan bertawasul dengan Nabi diperkuat dengan kesepakatan para ulama salaf dan kholaf. Imam as-Subki mengatakan: “Bertawasul, meminta pertolongan dan meminta syafaat dengan perantara Nabi kepada Allah adalah baik. Tidak ada seorangpun dari kaum salaf dan kholaf yang mengingkari hal ini sampai datang Ibnu Taimiyah. Ia mengingkari hal ini dan melenceng dari jalur yang lurus, memunculkan ide baru yang tidak pernah dikatakan oleh ulama sebelumnya sehingga terjadilah keretakan dalam islam.”

Dalam ucapannya, Imam as-Subki menegaskan bahwa kebolehan bertawasul dengan Nabi disepakati sampai datang Ibnu Taimiyah. Namun faktanya, Ibnu Taimiyah sendiri sebenarnya tidak mengingkari kebolehan bertawasul kepada Nabi. Yang beliau ingkari adalah istighosah (meminta pertolongan) kepada Nabi SAW, bukan Tawasul.

Ibnu Katsir salah satu murid Ibnu Taimiyah menceritakan mengenai tuduhan yang ditujukan kepada Ibnu Taimiyah: “Kemudian Ibnu Atho’ menuduhnya (Ibnu Tiaimyah) dengan banyak tuduhan yang tidak bisa dibuktikan satu pun. Beliau (Ibnu Taimiyah) berkata, “Tidak boleh beristighosah selain kepada Allah, tidak boleh beristighosah kepada Nabi dengan istighosah yang bermakna ibadah. Namun boleh bertawasul dan meminta syafaat dengan perantara Beliau (Nabi SAW) kepada Allah.” Maka sebagian orang menyaksikan menyatakan, ia tidak memiliki kesalahan dalam masalah ini.” (Bidayah Wa Nihayah juz 14 hal 51).

Jadi tampak jelas bahwa (Hukum Tawasul) bertawasul dengan Nabi sama sekali tidak diingkari oleh Ibnu Taimiyah, sedangkan tuduhan yang dialamatkan kepada beliau itu keliru. Bahkan fatwanya, Ibnu Taimiyah menegaskan bahwa hukum tawasul dengan Nabi disyariatkan dalam berdoa. Beliau mengatakan:“Termasuk ke dalam hal yang disyariatkan adalah bertawasul dengannya ( Nabi SAW ) di dalam doa sebagaimana terdapat di dalam hadits yang diriwayatkan at-Turmudzi dan dishahihkan olehnya bahwa Nabi SAW mengajarkan seorang untuk berdoa, “Wahai Allah, sesungguhnya aku bertawasul kepada-Mu dengan perantara Nabi-Mu Muhammad, Nabi yang rahmat. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku bertawasul dengan perantaramu kepada Tuhanku agar Dia menunaikan hajatku itu. Wahai Allah, jadikan ia orang yang memberi syafaat kepadaku.”Tawasul yang seperti ini adalah perbuatan yang baik. Sedangkan berdoa dan beristighosah kepadanya ( Nabi SAW ), maka itu merupakan perbuatan yang haram.
Perbedaan di antara keduanya telah disepakati dikalangan umat muslim. Orang yang bertawasul sebenarnya hanya berdoa kepada Allah, menyeru kepada-Nya dan memohon pada-Nya. Ia tidak berdoa selain pada-Nya. Ia hanya menghadirkannya ( Nabi SAW ). Adapun orang yang berdoa dan meminta tolong, maka berarti ia memohon kepada yang ia seru dan meminta darinya, serta meminta tolong dan bertawakal kepadanya, sedangkan Allah merupakan Tuhan semesta alam. (Majmu Fatwa juz 3 hal 276). Berdoa dan beristighosah yang dilarang Ibnu Taimiyah seperti sudah dijelaskan adalah dengan makna beribadah. Semua ulama bersepakat bahwa beribadah kepada Nabi Muhammad SAW adalah Syirik, berbeda dengan beribadah kepada Allah dengan melalui Nabi Muhammad yang malah disyariatkan.
Muhammad bin Abdul Wahab Tentang Hukum Tawasul
Berbeda dengan pengikutnya mengenai hukum tawasul yang menghukumi syirik kepada orang yang bertawasul dengan Nabi SAW dan orang Sholeh, ternyata pendiri Wahabi Muhammad bin Abdul Wahab manganggap masalah tentang hukum tawasul adalah masalah ijtihadiyah yang tidak perlu diperselisihkan.
Dalam kumpulan tulisannya, disebutkan bahwa beliau pernah berfatwa: “Mengenai adanya sebagian ulama yang memperbolehkan untuk bertawasul dengan orang-orang sholeh dan sebagian lain yang hanya mengkhususkan kebolehan itu dengan Nabi SAW saja, maka mayoritas ulama melarangnya dan tidak menyukainya. Ini merupakan satu masalah fiqih walaupun pendapat yang benar menurut kami adalah pendapat jumhur yang menyatakan bahwa bertawasul adalah makruh. Namun kami tidak mengingkari orang yang melakukannya karena tidak ada ingkar atas permasalahan-permasalahan ijtihadiyah. Namun pengingkaran kami hanya ditujukan bagi orang yang berdoa kepada makhluk dengan lebih mengagungkannnya daripada kita menyeru kepada Allah”.(Majmu Mualafat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab juz 2, hal 41 cetakan Darul Qasim)
Pernyataan beliau keliru dalam hal bahwa jumhur ulama tidak menyukai tawasul dengan Nabi SAW dan orang sholeh, sebab kenyataannya justru para ulama sepakat menganggap hal itu baik. Namun sikap beliau tentang tawasul jelas itu adalah masalah ijtihadiyah. Muhammad bin Abdul Wahab tidak mengingkari tawasul. Yang beliau ingkari adalah jika seorang mengagungkan orang sholeh lebih daripada pengagungannya kepada Allah SWT. Tidak ada seorang muslim pun yang bertawasul dengan menganggap wasilahnya lebih agung dari Allah SWT.
Jika Ibnu Taimiyah dan Muhammad bin Abdul Wahab tidak pernah mengingkari bertawasul dengan Nabi maupun orang Shaleh, dari mana kaum Wahabi mendapat ajaran yang menganggap syirik orang yang bertawasul? – Arti Tawasul dan Hukum Tawasul

Tata Cara Tawassul 
Tawasul dapat dilakukan dengan berbagai cara, namun yang lazim adalah sebagai berikut : 

  1. Membaca ayat Al Quran, tahlil dll. Kemudian pahalanya dihadiahkan kepada para nabi, wali dll (orang yang akan dijadikan perantara).
  2. Lalu berdoa untuk ahli kubur yang diziarahi, misalnya dengan doa: Allohummaghfir lahum warhamhum wa’afihim wa’fu ’anhum.
  3. Kemudian berdoa kepada Allah swt dengan doa yang dikehendaki.
  4. Setelah selesai berdoa baru bertawasul memohon pada Allah swt agar berkenan mengabulkan pemintaannya dengan lantaran tokoh yang diziarahi.

Sumber:

https://almanhaj.or.id/2461-hukum-wasilah-tawassul.html

http://www.nu.or.id/post/read/71252/makna-dan-macam-macam-tawassul

Mengenal Sosok Al Hazen (Ibnu Haitham) sang Bapak OPTIK

Nama lengkapnya Abu Ali Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham (Bahasa Arab:ابو علی، حسن بن حسن بن الهيثم)  (Basra,965 – Kairo 1039), di barat beliau lebih dikenal dengan nama Alhazen. Adalah seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ia banyak pula melakukan penelitian mengenai cahaya, dan telah memberikan banyak inspirasi pada ahli sains barat, seperti Roger Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop serta teleskop.

Ibnu Haitham merupakan ilmuwan yang gemar melakukan penyelidikan. Penyelidikannya mengenai cahaya telah memberikan ilham kepada ahli sains barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler mencipta mikroskop serta teleskop. Ia merupakan orang pertama yang menulis dan menemukan berbagai data penting mengenai cahaya.

Beberapa  buku mengenai cahaya yang ditulisnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, antara lain Light dan On Twilight Phenomena. Kajiannya banyak membahas mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang-bayang dan gerhana.

Menurut Ibnu Haitham, cahaya fajar bermula apabila mata­hari berada di garis 19 derajat di ufuk timur. Warna merah pada senja pula akan hilang apabila mata­hari berada di garis 19 derajat ufuk barat. Dalam kajiannya, dia juga telah berhasil menghasilkan kedudukan cahaya seperti bias cahaya dan pembalikan cahaya.

Ibnu Haitham juga turut melakukan percobaan terhadap kaca yang dibakar, dan dari situ ditemukanlah teori lensa pembesar. Teori itu telah digunakan oleh para ilmuwan di Itali untuk menghasilkan kaca pembesar yang pertama di dunia.

Ibnu Haitham telah menemui prinsip isi padu udara sebelum seorang ilmuwan yang bernama Trricella yang mengetahui perkara itu 500 tahun kemudian. Ibnu Haitham juga telah menemukan kewujudan tarikan gravitasi sebelum Issaac Newton mengetahuinya. Selain itu, teori Ibnu Hai­tham mengenai jiwa manusia sebagai satu rentetan perasaan yang bersambung-sambung secara teratur telah memberikan ilham kepada ilmuwan barat untuk menghasilkan wayang gambar. Teori dia telah membawa kepada penemuan film yang kemudiannya disambung-sambung dan dimainkan kepada para penonton sebagaimana yang dapat kita lihat pada masa kini.

Ibnu Haitham membuktikan pandangannya apabila dia begitu ghairah mencari dan mendalami ilmu pengetahuan pada usia mudanya. Sehingga kini dia berhasil menulis banyak buku dan makalah. Di antara buku hasil karyanya:

  1. Al’Jami’ fi Usul al’Hisab yang mengandungi teori-teori ilmu metametik dan metametik penganalisaannya;
  2. Kitab al-Tahlil wa al’Tarkib mengenai ilmu geometri;
  3. Kitab Tahlil ai’masa^il al ‘Adadiyah tentang algebra;
  4. Maqalah fi Istikhraj Simat al’Qiblah yang mengupas tentang arah kiblat bagi segenap rantau;
  5. M.aqalah fima Tad’u llaih mengenai penggunaan geometri dalam urusan hukum syarak dan
  6. Risalah fi Sina’at al-Syi’r mengenai teknik penulisan puisi.

Sumbangan Ibnu Haitham kepada ilmu sains dan filsafat amat banyak. Kerana itulah Ibnu Haitham dikenali sebagai seorang yang miskin dari segi material tetapi kaya dengan ilmu pengetahuan. Beberapa pandangan dan pendapatnya masih relevan hingga saat ini.


Peletak dasar penciptaan kamera

Prinsip-prinsip dasar pembuatannya telah dicetuskan oleh al-Haitham seorang sarjana Muslim, sekitar 1.000 tahun silam, tepatnya pada akhir abad ke-10 M. Melalui kamera, manusia bisa merekam dan mengabadikan beragam bentuk gambar mulai dari sel manusia hingga galaksi di luar angkasa. Teknologi kamera kini dikuasai Jepang dan negara Barat.

Salah satu karya Al-Haitham yang paling menumental adalah ketika bersama muridnya, Kamaluddin berhasil meneliti dan merekam fenomena kamera obscura. Penemuan itu berawal ketika Al-Haitham mempelajari gerhana matahari. Untuk mempelajari fenomena gerhana, Al-Haitham membuat lubang kecil pada dinding yang memungkinkan citra matahari semi nyata diproyeksikan melalui permukaan datar.
Kajian ilmu optik berupa kamera obscura itulah yang mendasari kinerja kamera yang saat ini digunakan umat manusia. Oleh kamus Webster, fenomena ini secara harfiah diartikan sebagai ruang gelap. Biasanya bentuknya berupa kertas kardus dengan lubang kecil untuk masuknya cahaya. Teori yang dipecahkan Al-Haitham itu telah mengilhami penemuan film yang kemudiannya disambung-sambung dan dimainkan kepada para penonton.
Istilah kamera obscura yang ditemukan Al-Haitham pertama kali diperkenalkan di Barat oleh Joseph Kepler (1571 M – 1630 M). Terinspirasi kamera obscura dari Al-Haitam, pada tahun 1827 Joseph Nicephore Niepce di Prancis mulai menciptakan kamera permanen. Sekitar 60 tahun kemudian George Eastman lalu mengembangkan kamera yang lebih canggih pada zamannya. Sejak itulah, kamera terus berubah mengikuti perkembangan teknologi.
Penemuan kamera obscura berawal ketika keduanya mempelajari gerhana matahari. Untuk mempelajari fenomena gerhana, al-Haitham membuat lubang kecil pada dinding yang memungkinkan citra matahari semi nyata diproyeksikan melalui permukaan datar. Oleh kamus Webster, fenomena ini secara harfiah diartikan sebagai ”ruang gelap”.
“Kamera obscura pertama kali dibuat oleh ilmuwan Muslim, Abu Ali Al-Hasan Ibnu al-Haitham, yang lahir di Basra (965-1039 M),”ungkap Nicholas J Wade dan Stanley Finger dalam karyanya berjudul The eye as an optical instrument: from camera obscura to Helmholtz’s perspective.
Dunia mengenal al-Haitham sebagai perintis di bidang optik yang terkenal lewat bukunya bertajuk Kitab al-Manazir (Buku optik). Kitab al-Manazir merupakan buku pertama yang menjelaskan prinsip kerja kamera obscura. Untuk membuktikan teori-teori dalam bukunya itu, al-Haitham lalu menyusun Al-Bayt Al-Muzlim atau lebih dikenal dengan sebutan kamera obscura, atau kamar gelap.
Istilah kamera obscura yang ditemukan al-Haitham pun diperkenalkan di Barat sekitar abad ke-16 M. Lima abad setelah penemuan kamera obscura, Cardano Geronimo (1501 -1576), yang terpengaruh pemikiran al-Haitham mulai mengganti lubang bidik lensa dengan lensa (camera). Penggunaan lensa pada kamera obscura juga dilakukan Giovanni Batista della Porta (1535–1615 M). Joseph Kepler (1571 – 1630 M), meningkatkan fungsi kamera itu dengan menggunakan lensa negatif di belakang lensa positif, sehingga dapat memperbesar proyeksi gambar (prinsip ini digunakan dalam dunia lensa foto jarak jauh modern).Robert Boyle (1627-1691 M), mulai menyusun kamera yang berbentuk kecil, tanpa kabel, jenisnya kotak kamera obscura pada 1665 M. Setelah 900 tahun dari penemuan al-Haitham, pelat-pelat foto pertama kali digunakan secara permanen untuk menangkap gambar yang dihasilkan oleh kamera obscura.
Foto permanen pertama diambil oleh Joseph Nicephore Niepce di Prancis pada 1827. Tahun 1855, Roger Fenton menggunakan plat kaca negatif untuk mengambil gambar dari tentara Inggris selama Perang Crimean. Tahun 1888, George Eastman mengembangkan prinsip kerja kamera obscura ciptaan al-Haitham dengan baik sekali dan George Eastman lah yang menciptakan kamera kodak. Sebuah versi kamera obscura digunakan dalam Perang Dunia I untuk melihat pesawat terbang dan pengukuran kinerja. Pada Perang Dunia II kamera obscura juga digunakan untuk memeriksa keakuratan navigasi perangkat radio. Begitulah penciptaan kamera obscura yang dicapai al-Haitham mampu mengubah peradaban dunia.
Peradaban dunia modern tentu sangat berutang budi kepada al-Haitham, yang selama hidupnya telah menulis lebih dari 200 karya ilmiah. Semua didedikasikannya untuk kemajuan peradaban manusia.Sayangnya, umat Muslim lebih terpesona pada pencapaian teknologi Barat, sehingga kurang menghargai dan mengapresiasi pencapaian yang telah dilakukan oleh para ilmuwan Muslim.
Secara serius al-Haitham mengkaji dan mempelajari seluk-beluk ilmu optik. Beragam teori tentang ilmu optik telah dilahirkan dan dicetuskannya. Dialah orang pertama yang menulis dan menemukan pelbagai data penting mengenai cahaya. Dalam salah satu kitab yang ditulisnya, Alhazen – begitu dunia Barat menyebutnya – juga menjelaskan tentang ragam cahaya yang muncul saat matahari terbenam. Al-Haitham pun mencetuskan teori tentang berbagai macam fenomena fisik seperti bayangan, gerhana, dan juga pelangi.Menggambar Diagram Mata Secara Detail

Keberhasilan lainnya yang terbilang fenomenal adalah kemampuannya menggambarkan indra penglihatan manusia secara detail. Tak heran, jika ‘Bapak Optik’ dunia itu mampu memecahkan rekor sebagai orang pertama yang menggambarkan seluruh detil bagian indra pengelihatan manusia. Hebatnya lagi, al-Haitham mampu menjelaskan secara ilmiah proses bagaimana manusia bisa melihat. Teori yang dilahirkannya juga mampu mematahkan teori penglihatan yang diajukan dua ilmuwan Yunani, Ptolemy dan Euclid. Kedua ilmuwan ini menyatakan bahwa manusia bisa melihat karena ada cahaya keluar dari mata yang mengenai objek. Berbeda dengan keduanya, al-Haitham mengoreksi teori ini dengan menyatakan bahwa justru objek yang dilihatlah yang mengeluarkan cahaya yang kemudian ditangkap mata sehingga bisa terlihat. .

Secara detail, Al-Haitham pun menjelaskan sistem penglihatan mulai dari kinerja syaraf di otak hingga kinerja mata itu sendiri. Ia juga menjelaskan secara detil bagian dan fungsi mata seperti konjungtiva, iris, kornea, lensa, dan menjelaskan peranan masing-masing terhadap penglihatan manusia. Hasil penelitian al-Haitham itu kemudian dikembangkan Ibnu Firnas di Spanyol dengan membuat kaca mata.

Dalam Bidang Sains Lainnya
Yang lebih menakjubkan ialah Ibnu Haitham telah menemui prinsip isi padu udara sebelum seorang ilmuwan yang bernama Trricella yang mengetahui perkara itu 500 tahun kemudian. Ibnu Haitham juga telah menemukan kewujudan tarikan gravitasi sebelum Issaac Newton mengetahuinya. Selain itu, teori Ibnu Hai­tham mengenai jiwa manusia sebagai satu rentetan perasaan yang bersambung-sambung secara teratur telah memberikan ilham kepada ilmuwan barat untuk menghasilkan wayang gambar. Teori beliau telah membawa kepada penemuan film yang kemudiannya disambung-sambung dan dimainkan kepada para penonton sebagaimana yang dapat kita lihat pada masa kini.Dalam Bidang Filsafat
Selain sains, Ibnu Haitham juga banyak menulis mengenai falsafah, logika, metafizika, dan persoalan yang berkaitan dengan keagamaan. Beliau turut menulis ulasan dan ringkasan terhadap karya-karya sarjana terdahulu.

Penulisan falsafahnya banyak bertumpu kepada aspek kebenaran dalam masalah yang menjadi pertikaian. Beliau juga berpendapat bahawa kebenaran hanyalah satu. Oleh sebab itu semua dakwaan kebenaran wajar diragukan dalam menilai semua pandangan yang telah ada. Jadi, pandangannya mengenai falsafah, amat menarik untuk disoroti.

Bagi Ibnu Haitham, falsafah tidak boleh dipisahkan daripada matematika, sains, dan ketuhanan. Ketiga-tiga bidang dan cabang ilmu ini harus dikuasai dan untuk menguasainya seseorang itu perlu menggunakan masa mudanya dengan sepenuhnya. Apabila umur semakin meningkat, kekuatan fisik dan mental akan turut mengalami kemerosotan.

Sumbangan Ibnu Haitham


Teori Hukum Pembiasan (fenomena atmosfera)
Selama di Spanyol, Ibnu Haitham melakukan beberapa penyelidikan dan percobaan ilmiah berhubungan dengan bidang optik. Penemuannya yang terkenal ialah “hukum pembiasan”, yaitu hukum fisika yang menyatakan bahwa sudut pembiasan dalam pancaran cahaya sama dengan sudut masuk. Menurut pengamatan Ibnu Haitham, beliau berpendapat bahwa cahaya merah di kaki langit di waktu pagi (fajar) bermula ketika matahari berada di 19 derajat di bawah kaki langit. Sementara cahaya warna merah di kaki langit di waktu senja (syuruk) akan hilang apabila matahari berada 19 derajat di bawah kaki langit selepas jatuhnya matahari. Dalam fisika moden, hukum ini dikenali dengan nama “hukum pembiasan Snell” yang bersempena nama ahli fisika Belanda, Willebrord van Roijen Snell.

Teori Penglihatan (optik)
Dengan menggunakan kaedah matematik dan moden fizik yang baik beliau dapat membuat eksperimen yang teliti, Ibnu Haitham telah meletakkan optik pada batu asas yang kukuh. Beliau telah menggabungkan teori dan eksperimen dalam penyelidikannya. Dalam penyelidikan, beliau telah mengkaji gerakan cahaya, ciri-ciri bayang dan imej dan banyak lagi fenomena optik yang penting. Beliau telah menolak teori Ptolemy dan Euclid yang mengatakan bahwa manusia melihat benda melalui pancaran cahaya yang keluar dari matanya. Tetapi menurut Ibnu Haitham, bukan mata yang memberikan cahaya tetapi benda yang dilihat itulah yang memantulkan cahaya ke mata manusia.

Cermin Kanta Cekung Dan Kanta Cembung
Ibnu Haitham telah menggunakan mesin lathe (larik) untuk membuat cermin kanta cekung dan kanta cembung untuk penyelidikannya. Dengan ini beliau telah mengkaji tentang cermin sfera dan cermin parabolik. Beliau mengkaji Aberasi Sfera dan memahami bahwa dalam cermin parabola kesemua cahaya dapat tertumpu pada satu titik.

Teori Biasan Cahaya
Teori ini agak mengagumkan, beliau telah menggunakan segi empat halatuju pada permukaan biasan beberapa abad sebelum Isaac Newton memperkenalkannya di dunia Barat. Beliau juga percaya kepada prinsip masa tersingkat bagi rentasan cahaya (Prinsip Fermat).

Ahli Bidang Filsafah
Ibnu Haitham telah disenaraikan diantara salah seorang ahli falsafah Aristo. Dikalangannya adalah sahabat beliau yaitu Ibnu Sina dan al-Biruni. Ibnu Haitham mendahului Kant lebih tujuh abad lamanya. Teori yang dilebalkan dari Kant sebenarnya datang dari beliau yaitu: “bahwa untuk mencapai kebenaran hendaklah dengan mengetahui pendapat-pendapat yang berunsur kepada kenyataan yang dapat digambarkan dengan akal rasional”.

Bidang Astronomi
Beliau melanjutkan pendapat ilmuwan Yunani tentang proses pengubahan langit abstrak menjadi benda-benda padat. Dalam karya astronominya, beliau melukis gerakan planet-plenet, tidak hanya dalam terma eksentrik dan episiklus, tetapi juga dalam satu model fizik. Pendapatnya banya mempengaruhi Dunia Pemikiran Barat pada zaman Johannes Kepler. Tiga abad kemudian karya ini ditukar dalam bentuk ikhtisar oleh astronomi muslim yaitu Nasiruddin at-Tusi.

Bidang Fisika
Dalam bidang fisika Ibnu Haitham telah mengkaji tentang gerakan yang membawa beliau menemui prinsip intersia dan statik. Beliau telah mengasaskan dan menjadikan optik menjadi satu sains baru. Banyak kajian beliau telah mendahului dan diikuti oleh Francis Bacon,Leonardo da Vinci, dan Johannes Kepler.

Karya


Ibnu Haitham membuktikan pandangannya apabila beliau begitu bergairah dalam mencari dan mendalami ilmu pengetahuan pada masa mudanya, sehingga kini beliau berjaya menghasilkan banyak buku dan makalah. Buku-buku karyanya antara lain:

  • Al’Jami’ fi Usul al’Hisab, yang mengandungi teori-teori ilmu metametika dan metametika penganalisaannya;
  • Kitab al-Tahlil wa al’Tarkib, mengenai ilmu geometri;
  • Kitab Tahlil ai’masa^il al ‘Adadiyah, tentang algebra;
  • Maqalah fi Istikhraj Simat al’Qiblah, yang mengupas tentang arah kiblat bagi segenap rantau;
  • Maqalah fima Tad’u llaih, mengenai penggunaan geometri dalam urusan hukum syarak
  • Risalah fi Sina’at al-Syi’r, mengenai teknik penulisan puisi.

Sumbangan Ibnu Haitham kepada ilmu sains dan falsafah amat banyak. Kerana itulah Ibnu Haitham dikenal sebagai seorang yang miskin dari segi material tetapi kaya dengan ilmu pengetahuan. Beberapa pandangan dan pendapatnya masih relevan, hingga saat ini.

Walau bagaimanapun sebahagian karyanya lagi telah “dicuri” oleh ilmuwan Barat tanpa memberikan penghargaan yang patut kepada beliau. Tapi sesungguhnya, barat patut berterima kasih kepada Ibnu Haitham dan para sarjana Islam karena tanpa mereka kemungkinan dunia Eropa masih diselubungi kegelapan.
Kajian Ibnu Haitham telah menyediakan landasan kepada perkembangan ilmu sains dan pada masa yang sama tulisannya mengenai falsafah telah membuktikan keaslian pemikiran sarjana Islam dalam bidang ilmu tersebut yang tidak lagi terbelenggu oleh pemikiran filsafat Yunani.

Ibnu Haitham dihargai sebagai ilmuwan optika terbesar sepanjang abad, sejajar dengan Ptolemeus dan Witelo yang menjadi perintis ilmu optika dunia. Berkat pemikiran-pemikirannya lah maka ilmu optika mencapai taraf kemajuan yang mencengangkan. Terutama di abad milenium, ketika benda-benda optika tak terpisahkan dari kebutuhan hidup manusia modern. Ibnu Haitham meninggal di Kairo, Mesir, pada tahun 1039.

sumber :
http://www.zulfanafdhilla.com/2014/07/alHazen.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Haitham

DISIPLIN KERJA GURU , Masih adakah ????

Berdasarkan Kamus KBBI

disiplin/di·sip·lin/ n 1 tata tertib (di sekolah, kemiliteran, dan sebagainya); 2 ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan (tata tertib dan sebagainya); 3 bidang studi yang memiliki objek, sistem, dan metode tertentu;

— ilmiah 1 cara pendekatan yang mengikuti ketentuan yang pasti dan konsisten untuk memperoleh pengertian dasar yang menjadi sasaran studi; 2 cabang ilmu;
— nasional kondisi yang merupakan perwujudan sikap mental dan perilaku suatu bangsa ditinjau dari aspek kepatuhan dan ketaatan terhadap ketentuan peraturan dan hukum yang berlaku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara;

Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya merupakan tanggung jawabnya. Berarti anda yang belum disiplin sesungguhnya anda tidak memiliki perasaan atau belum mengetahui tanggung jawab atau yang lebih buruknya adalah tidak berperasaan dan tidak mau tahu tentang tanggung jawab.

Pendisiplinan adalah usaha usaha untuk menanamkan nilai ataupun pemaksaan agar subjek memiliki kemampuan untuk menaati sebuah peraturan. Pendisiplinan bisa jadi menjadi istilah pengganti untuk hukuman ataupun instrumen hukuman di mana hal ini bisa dilakukan pada diri sendiri ataupun pada orang lain.

Disiplin diri merujuk pada pelatihan yang didapatkan seseorang untuk memenuhi tugas tertentu atau untuk mengadopsi pola perilaku tertentu, walaupun orang tersebut lebih senang melakukan hal yang lain. Sebagai contoh, seseorang mungkin saja tidak melakukan sesuatu yang menurutnya memuaskan dan menyenangkan dengan membelanjakan uangnya untuk sesuatu yang ia inginkan dan menyumbangkan uang tersebut kepada organisasi amal dengan pikiran bahwa hal tersebut lebih penting.

Secara etimologi disiplin berasal dari bahasa Latin “disibel” yang berarti Pengikut. Seiring dengan perkembangan zaman, kata tersebut mengalami perubahan menjadi “disipline” yang artinya kepatuhan atau yang menyangkut tata tertib. Disiplin memerlukan integritas emosi dalam mewujudkan keadaan. Disiplin diri berawal dari hal-hal kecil, seperti misalnya bagi pelajar yang mampu membagi waktu untuk belajar , untuk bermain sehingga tak menimbulkan suatu pertabrakan kegiatan pada waktu yang sama. Disiplin diri juga bisa kita lihat dengan contoh sederhana yaitu dengan pelajar tersebut mengerjakan PR (pekerjaan rumah) dan dikumpulkan di sekolah tepat pada waktunya.

Disiplin menurut sebagian ahli berasal dari bahasa latin Discere yang berarti belajar. Dari kata ini timbul kata Disciplina yang berarti pengajaran atau pelatihan. Dan sekarang kata disiplin mengalami perkembangan makna dalam beberapa pengertian. Pertama, disiplin diartikan sebagai kepatuhan terhadap peratuaran atau tunduk pada pengawasan, dan pengendalian. Kedua disiplin sebagai latihan yang bertujuan mengembangkan diri agar dapat berperilaku tertib. Sedangkan guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik dan mengevaluasi peserta didik, pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Sementara pegawai dunia pendidikan merupakan bagian dari tenaga kependidikan, yaitu anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Dalam informasi tentang wawasan Wiyatamandala, kedisiplinan guru diartikan sebagai sikap mental yang mengandung kerelaan mematuhi semua ketentuan, peraturan dan norma yang berlaku dalam menunaikan tugas dan tanggung jawab.

Macam – Macam Kedisiplinan

a. Disiplin dalam Menggunakan Waktu
Menggunakan dan membagi waktu dengan baik. Karena waktu amat berharga dan salah satu kunci kesuksesan adalah dengan bisa menggunakan waktu dengan baik

b. Disiplin dalam Beribada
Senantiasa beribadah dengan peraturan-peratuaran yang terdapat didalamnya. Kedisiplinan dalam beribadah amat dibutuhkan, Allah SWT senantiasa menganjurkan manusia untuk Disiplin, salah satu bentuknya melalui kegiatan shalat 5 waktu
c. Disiplin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Kedisiplinan merupakan hal yang amat menentukan dalam proses pencapaian tujuan pendidikan, sampai terjadi erosi disiplin maka pencapaian tujuan pendidikan akan terhambat, diantara faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah :
1) Faktor tuntutan materi lebih banyak sehingga bagaimana pun jalannya, banyak ditempuh untuk menutupi tuntutan hidup
2) Munculnya selera beberapa manusia yang ingin terlepas dari ikatan dan aturan serta ingin sebebas-bebasnya
3) Pola dan sistem pendidikan yang sering berubah
4) Motivasi belajar para peserta didik dan para pendidik menurun
5) Longgarnya peraturan yang ada

Pada dasarnya disiplin muncul dari kebiasaan hidup dan kehidupan belajar dan mengajar yang teratur serta mencintai dan menghargai pekerjaannya. Disiplin merupakan proses pendidikan dan pelatihan yang memadai, untuk itu guru memerlukan pemahaman tentang landasan Ilmu kependidikan akan keguruan sebab saat ini banyak terjadi erosi sopan santun dan erosi disiplin.
Macam-macam bentuk disiplin selain seperti yang disebutkan diatas, disiplin juga terbagi menjadi:

a. Disiplin Diri Pribadi
Apabila dianalisi maka disiplin menganung beberapa unsur yaitu adanya sesuatu yang harus ditaati atau ditinggalkan dan adanya proses sikap seseorang terhadap hal tersebut. Disiplin diri merupakan kunci bagi kedisiplinan pada lingkungan yang lebih luas lagi. Contoh disiplin diri pribadi yaitu tidak pernah meninggalkan Ibadan lepada Tuhan Yang Maha Kuasa

b. Disiplin Sosial
Pada hakekatnya disiplin sosial adalah Disiplin dari dalam kaitannya dengan masyarakat atau dalam hubunganya dengan. Contoh prilaku disiplin social hádala melaksanakan siskaling kerja bakti. Senantiasa menjaga nama baik masyarakat dan sebagaiannya.

c. Disiplin Nasional

Berdasarkan hasil perumusan lembaga pertahanan nasional, yang diuraikan dalam disiplin nasional untuk mendukung pembangunan nasional. Disiplin nasional diartikan sebagai status mental bangsa yang tercemin dalam perbuatan berupa keputusan dan ketaatan. Baik secara sadar maupun melalui pembinaan terhadap norma-norma kehidupan yang berlaku.

semoga dengan Tulisan ini rekan-rekan guru dapat kembali menjadi orang yang amanah dengan tanggung jawab yang ada di pundaknya demi masa depan generasi penerus bangsa

https://id.wikipedia.org/wiki/Disiplin

http://definisimu.blogspot.co.id/2012/11/definisi-disiplin.html

http://kbbi.web.id/disiplin

MANFAAT DAUN KEMANGI

KEMANGI /SELASIH / SURAWUNG (Bahasa Sunda)

Klasifikasi Ilmiah

Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Lamiales
Famili: Lamiaceae
Genus: Ocimum
Spesies: O. ×citriodorum

Kemangi merupakan anggota famili Lamiaceae, yang berarti kelompok tanaman yang memiliki bunga berbibir. Tanaman tersebut berkerabat dekat dengan daun Mint (  Mentha arvensis ), yang dikenal orang sunda sebagai karesmen, yang biasa dilalap mentah. Beberapa kerabat kemangi diantaranya tanaman daun bangun-bangun alias daun jinten (  Coleus amboinicus). Tanaman basil inilah yang kemudian menurunkan bermacam-macam varietas kemangi( Savitri, 2008).

Kemangi yang ada di Indonesia bernama botani Ocimum basillicum.  Karena tumbuhnya menyemak maka dikelompokkan dalam kelompok basil semak ( bush basil). Kemangi dalam taksonomi  termasuk tanaman marga Ocimum yang memiliki 50-150 jenis yang tersebar dari daerah tropis Asia, Afrika samapi Amerika Tengah dan Amerika selatan. Dari sekian banyak jenis Ocimum tersebut, memang hanya beberapa yang yang telah menjadi komoditas komesial diantaranya yaitu jenis Ocimum basillicum, Ocimum sanctum, Ocimum gratisimum, Ocimum americanum, dan beberapa jenis lainnya.

Selasih (Ocimum basilicum) merupakan tanaman semak semusim dengan ketinggian tanaman antara 30 – 150 cm, mempunyai aroma yang lebih tajam. Terdapat beberapa varietas selasih di antaranya selasih ungu (Ocimum sanctum), selasih hijau (Ocimum tenuiflorum) , selasih lokal yang tumbuh di berbagai daerah( Hariana,2004).

Kemangi merupakan sejenis tumbuhan yang banyak digunakan dalam masakan terutamanya masakan Indonesia. Kemangi sejenis tumbuhan beraroma yang tumbuh rimbun dan mempunyai cabang yang banyak daunnya tersusun dalam bentuk pasangan yang bertentangan dan tersusun dari arah atas dan bawah. Batangnya berbentuk empat segi dan mempunyai bulu-bulu halus. Bunga Kemangi tersusun pada tangkai bunga yang berbentuk menegak. Bunganya dari jenis hermaphrodit ( dua kelamin), berwarna putih dan berbau sedikit wangi. Bunga ini akan menghasilkan biji benih kemangi kemangi yang banyak dan kecil. Tanaman ini berkembang biak melalui biji benih dan keratan batang ( Savitri,2008)

Daun kemangi banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai menu lalapan yang wajib ada. Sesuai dengan namanya, daun kemangi apabila disandingkan dengan lalapan lain tercium lebih wangi. Daunnya kecil-kecil dan hampir mirip dengan seledri, namun banyak juga yang tidak menyukai daun kemangi karena rasanya yang getir.

Kandungan Vitamin dan Mineral

Anggota dari keluarga daun mint ini telah digunakan sebagai tanaman obat. Ekstrak minyak daun kemangi dikatakan memiliki sifat antioksidan dan antibakteri. Vitamin K – Harum kemangi yang segar, menawarkan dosis yang sehat dari pembekuan darah dengan adanya vitamin K. Setiap 2 sendok makan kemangi cincang segar menyediakan 27% dari rekomendasi vitamin K, serta vitamin A, mangan, dan magnesium.

Selain itu, vitamin K jaga dapat ditemukan dalam sayuran berdaun hijau seperti pada manfaat bayam, kubis, kembang kol, dan kangkung. Tetapi bicarakan dengan dokter, jika sedang mengkonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin, terkait dengan banyaknya vitamin K ini.

Manfaat Kemangi

  1. Daun kemangi mengandung banyak flavonoid polifenol seperti orientin dan vicenin. Senyawa ini diuji di vitro laboratorium untuk kemungkinan perlindungan anti oksidan melawan lipid radiasi oksidasi dalam hati tikus.
  2. Daun kemangi memiliki beberapa manfaat kesehatan sebagai minyak esensial seperti eugenol, sitronelol, linalool, citral, limonene dan terpineol. Senyawa ini diketahui memiliki sifat anti inflamasi dan anti bakteri.
  3. Daunnya ini merupakan bagian tumbuhan yang sangat rendah kalori dan tidak mengandung kolesterol, tetapi sumber yang sangat kaya banyak nutrisi penting, mineral, dan vitamin yang diperlukan untuk kesehatan yang optimal.
  4. Ramuan daun kemangi juga mengandung zat penting yang sangat tinggi kadarnya, seperti beta karoten, vitamin A, cryptoxanthin, lutein dan zea xanthin. Senyawa ini membantu tubuh untuk bertindak melindungi terhadap radikal bebas yang diturunkan oksigen dan spesies oksigen reaktif (ROS) yang berperan dalam penuaan dan berbagai proses penyakit.
  5. Zea xanthin adalah senyawa karotenoid flavonoid kuning, yang secara selektif diserap ke dalam retina makula lutea yang ditemukan untuk menyaring sinar UV yang berbahaya memasuki retina. Studi menunjukkan bahwa tanaman herbal dalam manfaat sayur-sayuran dan buah-buahan yang kaya antioksidan zea xanthin, akan membantu melindungi dari penyakit yang berkaitan dengan usia makula (AMRD), terutama pada orang tua.
  6. Setiap 100 g manfaat daun kemangi segar mengandung 5.275 mg atau sekitar 175% dari dosis harian dalam vitamin A. Manfaat vitamin A dikenal memiliki sifat antioksidan dan sangat penting untuk penglihatan. Hal ini juga diperlukan untuk menjaga selaput lendir sehat dan kulit. Konsumsi makanan alami yang kaya akan vitamin A, telah ditemukan untuk membantu tubuh melindungi dari kanker paru-paru dan kanker rongga mulut.
  7. Ramuan daun kemangi mengandung sejumlah mineral seperti kalium, mangan, tembaga, dan magnesium. Kalium merupakan komponen penting dari sel dan cairan tubuh, yang membantu mengontrol detak jantung dan tekanan darah. Mangan digunakan oleh tubuh sebagai co faktor untuk enzim antioksidan, superoksida dismutase.
  8. Daun kemangi merupakan sumber yang sangat baik dari zat besi, yakni sekitar 3.17 mg / 100 g daun segar (sekitar 26% dari RDA). Zat besi, menjadi komponen dari hemoglobin di dalam sel darah merah, yang menentukan kapasitas pembawa oksigen dalam darah.
  9. Vitamin K dalam kemangi sangat penting untuk banyak faktor dalam darah dan memainkan peran penting dalam fungsi tulang, termasuk penguatan tulang dengan membantu proses mineralisasi pada tulang.
  10. Pencegahan Jerawat

    Manfaat daun kemangi mencegah timbulnya jerawat karena mereka memurnikan darah dengan membuang racun. Daun kemangi mengandung zat anti bakteri dan anti jamur sehingga dapat diterapkan sebagai pasta dari daun untuk mencegah peradangan.

  11. Pencegahan Komedo

    Daun kemangi juga mencegah munculnya komedo. Daun kemangi pada sisi bagian atas ditempatkan di setiap sisi hidung  selama 5 menit. Setelah itu, dilepas dan cuci muka.

  12. Pengobatan Infeksi Kulit

    Karena sifatnya yang anti bakteri, anti biotik dan anti jamur properti sehingga daun kemangi dapat membatasi pertumbuhan bakteri seperti E coli dan B anthracis yang menyebabkan infeksi kulit. Pengobatan yang disiapkan dengan menggiling dan merebus 200-250 gram daun kemangi dengan kuantitas yang sama dari minyak biji wijen dapat diterapkan pada kulit untuk menyembuhkan gatal-gatal. Campuran daun kemangi dan jus lemon juga dapat diterapkan pada kulit untuk mengobati kurap

  13. Mencegah Rambut Beruban

    Untuk tujuan ini, rendam daun kemangi kering bubuk dan bubuk amla dalam air semalam dan cuci rambut dengan ramuan ini keesokan harinya. Hal ini untuk mencegah beruban rambut serta rambut rontok.

  14. Pencegahan Rambut Rontok

    Rambut rontok adalah masalah umum yang yang dapat terjadi karena gatal kulit kepala. Pasta dari daun kemangi yang ditambahkan ke minyak rambut dan diterapkan pada kulit kepala akan menjaga kulit kepala tetap dingin, mengurangi gatal dan meningkatkan pertumbuhan rambut dengan meningkatkan sirkulasi ke kulit kepala.

Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Kemangi