AYAT-AYAT SAINS DALAM ALQURAN

“Al Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagikaum yang meyakini “
(Q.S. al-Jatsiyah [45] : 20)

Langkah persiapan dalam mengembangkan kurikulum berintegrasi atau berbasis Al-quran dan Hadits adalah menelusuri Ayat-Ayat Sains dalam al-Quran.
Kita harus ingat bahwa al-Quran memuat informasi sains masa depan yang memerlukan usaha keras kita untuk memahaminya. Sehingga kita tidak boleh memaksakan informasi di dalam al-Quran agar senantiasa sesuai dengan penemuan sains masa kini. Meskipun demikian, bahasa al-Quran mudah difahami oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dalam memahami ayat-ayat sains alquran kita harus berpegangan pada al-Quran is always one step ahead of science. Kita harus berpijak pada keyakinan bahwa penjelasan-penjelasan al-Quran selalu selangkah lebih maju dibanding penemuan-penemuan modern. Setiap penemuan hebat abad kontemporer, ternyata sudah dijelaskan oleh al-Quran sejak abad ke-7 silam. Jelaslah bahwa al-Quran merupakan suatu himpunan informasi tentang masa lalu, masa kini, sekaligus masa depan yang tak dapat disangkal kebenarannya.
Untuk memudahkan guru mengintegrasikan agama dan sains dalam pembelajaran, maka perlu dilakukan “Grouping Ayat” yang berkaitan dengan disiplin suatu ilmu. kita dapat memanfaatkan kitab Fathur Rahman dan aplikasi indeks al-quran sebagai bantuan kita dalam menelusuri dan membuat pengelompokan ayat-ayat al-quran tersebut. Berikut ini peta konsep sains dalam al-Quran:
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Sebagai suatu disiplin ilmu pengetahuan, IPA menganalisis fenomena alam dan makhluk hidup. Al-Quran menyebutkan:
Asal-usul kehidupan dari air (QS. Al-Anbiya’:30); Macam-macam air sebagai sumber kehidupan (QS. Thaha:53; QS. Al-An’am:99; QS. Al-Nahl:65; QS. Al-Hajj:5); Dunia tumbuhan yang tumbuh subur karena air (QS. Fushshilat:39; QS. Qaf: 9-11; QS. Al-An’am:141; QS. Al-Nahl:10-11); Aneka ragam buah, bunga, dan hasil panen yang dapat dipetik (QS. Al-Hijr:19; QS. Al-Qamar:49; QS. Ar-Ra’d: 3-4; QS. Thaha:53; QS. Luqman:10; QS.Hajj:5; QS.asy-Syura:7-8; QS. Al-An’am:95; QS. Yasin:36); Dunia binatang (QS. Al-Najm: 45-46; QS. Zukhruf: 12; QS. Al-An’am: 38, 142-144; QS. Al-Nahl: 5-9); Dataran tinggi dan hujan (QS.Al-Baqarah: 265); Banjir (QS. Saba’: 15-16); Gerak hewan (QS.Nur: 45); Perkawinan tumbuhan & hewan (QS. Yasin:36; QS. Al-Hijr: 22).
Alam semesta dalam keadaan gas (QS. Fushshilat: 11); Orbit (QS. Adz-Dzariyat: 7; QS. Al-Anbiya’: 33; Yasin: 40); Atom dan subatom (Saba’: 3); Tarikan dan gerakan (QS. Takwir: 15-16); Relativitas waktu (QS. Maarij:4; QS. Sajdah: 5; QS. Al-A’raf: 54; QS. Hud: 7; Yunus: 3, 5 & 45; QS. Al-Furqan: 59; QS. Al-Mukminun: 112-113); Rotasi & revolusi (QS. Yasin:38; QS. Shaffat: 5; QS. Yunus:5); Orbit bulan (QS. Yasin: 39; QS. Syams: 1-2); Lapisan langit (QS. Mulk: 3); Lapisan bumi (QS. Al-Thalaq: 12); Hujan (QS. Al-Thariq: 11); Langit tanpa tiang (QS. Ar-Ra’d: 2; QS. Fathir: 41); Bentuk geoidal bumi (QS. Al-Nazi’at: 30); Siang dan malam (QS. Az-Zumar: 5); Rotasi bumi dan gunung (QS. Al-Naml: 88); Awan dan proses terjadinya hujan (QS. Nur: 43; QS.Ar-Ra’d: 12); Siklus air (QS. Al-Zumar: 21; QS. Al-Nazi’at: 31); Laut (QS. Al-Rahman: 19-20); Minyak bumi (QS. Al-A’la: 4-5).
Fisika
Fisika adalah ilmu yang menyelidiki fenomena-fenomena benda berdasarkan tinjauan sifat-sifat fisis hasil indera manusia. Diantara filosof muslim yang berjasa dalam bidang ini adalah al-Kindi, al-Biruni, al-Nazzam, al-Baqillani, Mulla Shadra, dan masih banyak lagi. Beberapa ayat yang berkaitan dengan materi fisika diantaranya: Listrik (QS. Nur: 35); Atmosfer (QS. Fushshilat: 12); energy panas (QS. Yasin: 80; QS. Waqi’ah: 71-73; QS. Thaha: 10; QS. al-Naml: 7); neraca dan pengukuran (QS. al-An’am: 152; QS. al-A’raf: 85; QS. al-Syura: 17); gelombang suara (QS. al-Kahfi: 26; QS. Saba’: 50); dunia warna (QS. Fathir: 27-28; QS. al-An’am: 99).
Kimia

Air/Hidrogen (QS. Hud: 11; QS. al-Anbiya’: 30); Partikel atom & subatom (QS. Saba’:3; QS. al-Furqan: 2); reaksi kimiawi pada fenomena batu-batuan (QS. al-Baqarah: 74; QS. al-A’raf: 58); logam mulia (QS. ali-Imran: 14; QS. al-Taubah: 34); besi (QS. al-Hadid: 25; QS. al-Isra’: 51, QS. Saba’: 10-11; QS. Ibrahim: 50).
Matematika
Matematika sebagai suatu disiplin ilmu berkaitan dengan bilangan. Berikut ini grouping ayat yang berhubungan dengan bilangan/ilmu hitung: Penggunaan angka/bilangan (QS. Al-Rahman: 5; QS. Al-Kahfi: 11-12, 19,22; QS. Al-Mukminun: 112-114; QS. Ibrahim: 34; QS. Hud: 104; QS. Mudatsir: 31; QS. Yusuf: 20); Kelender (QS. Al-Taubah: 36); Penjumlahan/pertambahan (QS. Al-Baqarah: 261; QS. Yusuf: 43)

Bahasa
Komunikasi binatang (QS.al-Naml: 16&18, QS. Al-An’am: 38); Bahasa (QS. Al-Rahman: 3-4; QS. Al-Baqarah: 37)
Teknik Informatika
Al-Quran secara tegas menjelaskan pentingnya keabsahan data informasi dalam QS. Al-Hujurat:6 dan untuk mempermudah akses serta proses informasi dalam QS. Al-Baqarah: 185; QS. Thalaq:7; QS. Al-Insyirah:5-6)
Teknik Arsitektur
Seni arsitektur bisa dilihat dari desain dan struktur bangunan yang dihasilkannya. Al-Quran memberikan ilustrasi gaya bangunan yang menawarkan keindahan dan kenyamanan pemakainya, serta memperhatikan keseimbangan yang sempurna dengan lingkungan yang mengitarinya. Seperti perumpamaan struktur bangunan rumah lebah dalam QS. Al-nahl: 68-69; Kontruksi bangunan yang memerlukan penguat dari besi dalam QS. Al-hadid: 25, QS. Al-Isra’: 51, QS. Al-Kahfi: 96, QS. Saba’: 10-11, QS. Al-Hajj: 21, QS. Ibrahim: 50; Hunian yang indah dalam QS. Ali-Imran: 198, QS. Al-Taubah: 72, QS. Sajdah: 19, QS. Al-Nisa’: 57, QS. Al-Insan: 13-14, dan QS. Al-Ra’d: 35.

Langkah selanjutnya setelah melakukan penelusuran ayat-ayat tersebut adalah melakukan elaborasi sains dengan alquran.

Contoh Elaborasi Sains secara Qurani
Disiplin Fisika, misalnya tentang “Tata Surya”
Gerakan matahari, bulan, serta bumi terus berlangsung tanpa sedikitpun bersinggungan dengan kehidupan kita. Semua fenomena ini terjadi untuk memberikan kehidupan di muka bumi dan aneka kemungkinan yang terjadi. Bumi mengitari matahari pada sudut kemiringan 23 derajat dan 27 menit. Musim silih berganti di bumi berkat kemiringan ini yang padanya bergantung pula system pertumbuhan tanaman. Kecepatan rotasi bumi di sumbunya mencapai 1.670 km/jam. Apabila bumi tidak melakukan rotasi, permukaannya yang menghadap matahari akan terus-menerus terpapar cahaya matahari, sementara bagian belakangnya akan selalu berada pada kegelapan. Jika keadaannya semacam itu, maka kehidupan makhluk hidup di dunia ini tidak akan ada. Telah disebutkan dalam QS. Al-Anbiya’: 33 dan QS. Yasin: 40 dengan terjemah sebagai berikut:
Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.
Tidaklah mungkin matahari mengejar bulan, dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya. Semua gerakan matahari, bulan, dan bumi, terus berlangsung dalam keselarasan yang sempurna. Segala sesuatunya diatur dengan demikian hebatnya. Bahkan Yupiter, planet terbesar dalam tata surya, menyumbang manfaat untuk kehidupan ini. Astronom George Wetherill dalam artikelnya tentang Yupiter, mengatakan bahwa andai di sana tidak ada planet yang besarnya sama dengan Yupiter, bumi akan mendapatkan ribuan kali paparan meteor dan komet. Ke mana pun menghadap, kita melihat penghitungan luar biasa yang demikian terperinci dan merupakan karya seni. Sang Pencipta menyajikan bukti, betapa Dia Mahakuasa, Mahamengetahui, serta Maha Penyayang di alam semesta.

sumber :

Elaborasi Ayat-Ayat Sains dalam Al-Quran: Langkah Menuju Integrasi Agama dan Sains dalam Pendidikan
Septiana Purwaningrum STAI Hasanuddin Pare-Kediri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s