Menentukan Arah Kiblat dengan Kompas

Kompas

Kompas merupakan alat navigasi untuk menentukan arah. Kompas memiliki sebuah panah penunjuk magnetis yang bebas menyelaraskan dirinya dengan medan magnet bumi secara akurat. Kompas memberikan rujukan arah tertentu, sehingga sangat membantu dalam bidang navigasi. Arah mata angin yang ditunjuknya adalah utara, selatan, timur, dan barat. Apabila digunakan bersama-sama dengan jam dan sekstan, maka kompas akan lebih akurat dalam menunjukkan arah. Alat ini membantu perkembangan perdagangan maritim dengan membuat perjalanan jauh lebih aman dan efisien dibandingkan saat manusia masih berpedoman pada kedudukan bintang untuk menentukan arah.

Arah Mata angin

Arah mata angin meliputi Utara – Selatan, Barat – Timur. Sering kali kita berpatokan bahwa arah matahari terbit adalah Timur, matahari terbenam adalah barat. Dengan menghadap ke Barat kita tentukan bahwa ke arah kiri adalah selatan dan ke arah kanan adalah utara.

Sesungguhnya  matahari terbit Tepat di Timur hanya terjadi 2 kali dalam 1 tahun yakni pada bulan Maret dan bulan September (peristiwa equinox). Selebihnya matahari terbit tidak benar-berar tepat di arah Timur.. Pada bulan Maret-September matahari terbit sedikit melenceng kearah utara, sedangkan pada bulan September – Maret matahari terbit sedikit melenceng ke arah selatan.

Acuan ilmiah yang disepakati untuk menentukan arah adalah Arah Utara sejati adalah arah menuju Kutub Utara (sumbu bumi). Dari arah, utara tadi kita dapat menentukan arah yang lain.

Bila arah Utara-Selatan, Timur-Barat dirasa kurang teliti maka kita dapat menghitung sudut arah. Orang menamakan sudut arah ini dengan bermacam-macam istilah: Jurusan, Azimuth atau Bearing. Selanjutnya saya akan memakai istilah Azimuth Cara menghitung Azimuth yang umum disepakati adalah: Sudut dihitung mulai dari Utara searah jarum Jam. Sudut biasanya dihitung dengan satuan derajat. Kita menandai arah Utara (North), Timur(East), Selatan(South), Barat (West) dengan N, E, S, W

Berikut ini nilai Azimuth arah mata angin :

Arah Azimuth
(derajat)
Azimuth
(gradian)
Utara (North) 0g
Timur Laut (North-East) 45° 50g
Timur (East) 90° 100g
Tenggara(South-East) 135° 150g
Selatan (South) 180° 200g
Barat Daya (South-West) 225° 250g
Barat (West) 270° 300g
Barat Laut(North-West) 315° 350g

Satuan sudut dalam kompas umumnya derajat. Kompas kiblat biasanya dengan satuan gradian. Bagaimana membedakan Kompas dengan satuan derajat dan kompas dengan satuan gradian? Mudah saja! Perhatikan : Satu putaran untuk satuan derajat adalah 360 unit, sedangkan untuk skala gradian satu putaran adalah 400 unit. Untuk jelasnya lihat gambar dibawah.

Kompas harus dikoreksi

Ujung Jarum kompas selalu Menunjuk ke arah Utara dan ujung lain menunjuk ke arah Selatan. Agar tidak tertukar biasanya ujung jarum kompas yang menunjuk ke arah utara ditandai dengan warna merah.

Sesungguhnya jarum kompas tidak tepat benar menunjuk ke arah utara. Utara sebenarnya kita sebut utara sejati (true North). Sedang utara bohongan yang ditunjukan oleh jarum kompas disebut Utara Magnetik (Magnetic North).Sudut Penyimpangan antara Utara sejati dan Utara Magnetik kita sebut Deklinasi. Penyimpangan bertanda positif bila sudut penyimpangan ke arah timur, sedang bila menyimpang ke arah barat bertanda negatif. Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Kiri: Azimuth dengan skala derajat. Terdapat 360 derajat dalam 1 putaran. Deklinasi negatif (ke arah Barat)

Kanan : Azimuth dengan skala gradian. Terdapat 400 gradian untuk 1 putaran. Deklinasi positif (ke arah Timur)

Karena Kompas mengandung kesalahan bukan berarti kita tidak bisa menentukan azimuth sejati dengan kompas. Jika besarnya deklinasi diketahui kita dapat menentukan azimuth sejati. Repotnya besarnya deklinasi untuk berbagai tempat di dunia tidaklah sama. Juga besarnya deklinasi tidak sama dengan berjalannya waktu. hal ini dikarenakan, inti bumi itu panas sekali  dan cair sehingga selalu bergejolak, medan magnet bumi pun berubah setiap saat. oleh karenanya sebaiknya dunakan data deklinasi minimal 5 tahun terakhir. Data deklinasi bisa diperolehsecara On Line di : http://magnetic-declination.com

contoh untuk Kota Situbondo pada pengambilan data 14 Nopember 2016 adalah

Latitude: 7° 42′ 5″ S
Longitude: 114° 0′ 16″ E
Magnetic declination: +1° 4′
Declination is POSITIVE (EAST)
Inclination: 31° 50′
Magnetic field strength: 44654.6 nT

Penentuan Arah Kiblat

Selanjutnya kita  menentukan Azimuth sejati dengan menggunakan Azimuth magnetik yang bersesuian. Ini dia rumus untuk mengetahui hubungan antara Azimuth sejati dan Azimuth magnetik.

Z = Zm + D
atau
Zm = Z – D

dimana Z = azimuth sejati
Zm adalah = azimuth magnetik
D = deklinasi

Bilangan azimuth adalah dari 0 – 360. Bila rumus-rumus diatas menghasilkan bilangan negatif, tambahkan dengan 360 dan bila lebih dari 360 kurangkan dengan 360.

Contoh1 :

Misalnya kita ingin menentukan arah kiblat kota Bandung dengan kompas. Azimut sejati kota Mekah dari Bandung adalah Z = 295.17° . Sedangkan Declinasi kota bandung D = 0.83° (ke arah Timur) . Berapakah bacaan Kompas yang mengarah ke kota Mekah??

Jawab1 :

Bacaan Kompas adalah Azimuth magnetik, Jadi kita harus mencari Azimuth magnetik Zm :

Zm = Z – D = 295.17° – 0.85° = 294.32°

Contoh2: New York (Amerika Serikat) deklinasi magnetik cukup besar D = – 13.13° (Kearah barat). Tentukan arah kiblat dengan Kompas di kota New York bila azimuth kilat sejati kota Mekah 58.48°

Jawab2:
Zm = Z – D = 58.48° – (-13.13°) = 71.61°
Perhatian hati-hati dalam menghitung, tanda declinasi bisa positif, maupun negatif

Contoh3: Pesawat terbang diatas kota New York, azimuth magnetik yang terbaca pada kompas adalah tepat 0° (Nol atau utara atau North). Berapakah Azimuth sejati arah pesawat terbang itu sebenarnya? Deklinasi kota New York D = -13.13°

Jawab3:
Z = Zm + D
Z = 0° + – 13.13°
Z = -13.13° Sehubungan dengan harga Azimutnya negatif kita tambahkan dengan 360°
Z = -13.13° + 360°
Z = 346.87°

Jadi Pesawat terbang tadi sebenarnya terbang dengan Azimuth 346.87°

Dengan cara yang sama dengan contoh diatas kita dapat menghitung azimut kiblat magnetik untuk beberapa kota di Indonesia.

Kota Azimuth
Sejati
Deklinasi Azimuth
Magnetik
Azimut Magnetik
dibulatkan
Banda Aceh 292.17° -0.98° 293.15° 294° 295°
Medan 292.77° -0.5° 293.27° 294° 295°
Padang 294.70° -0.23° 294.93° 294° 295°
Palembang 294.56° 0.47° 294.09° 294° 295°
Jakarta 295.15° 0.75° 294.40° 294° 295°
Bandung 295.17° 0.85° 294.32° 294° 295°
Cirebon 294.87° 0.97° 293.90° 294° 295°
Semarang 294.50° 1.15° 293.35° 294° 295°
Jogja° 294.71° 1.15° 293.56° 294° 295°
Surabaya 294.04° 1.33° 292.71° 292° 295°
Madiun 294.40° 1.08° 293.32° 294° 295°
Kediri 294.32° 1.30° 293.02° 294° 295°
Samarinda 291.98° 0.96° 291.02° 292° 290°
Balikpapan 292.18° 1.05° 291.13° 292° 290°
Pontianak 292.69° 0.75° 291.94° 292° 290°
Menado 291.38° 0.88° 290.50° 290° 290°
Palu 291.84° 1.03° 290.81° 290a° 290°
Makasar 292.48° 1.47° 291.01° 292° 290°
Jayapura 291.34° 3.80° 287.54° 288° 290°

Teknik Membaca Kompas

Untuk anda ketahui, ternyata kebanyakan kompas tidak bisa membaca Azimuth dengan sangat teliti. Skala terkecil kompas umumnya 2° atau 5°. Pada kompas yang sederhana (bukan untuk Survey) jarang ditemui ketelitian 1° atau kurang. Sehubungan dengan hal tersebut, azimuth-magnetik arah kiblat kota Bandung 294.32° harus dibulatkan terlebih dahulu. Hasilnya :

  • Azimuth-magnetik kiblat kota Bandung 294° dibulatkan ke 2° terdekat
  • Azimuth -magnetik kiblat kota Bandung 295° dibulatkan 5° terdekat.

Menarik untuk diperhatikan tenyata azimuth-magnetik arah kiblat dibulatkan ke 5° terdekat adalah 295° untuk kota-kota di Sumatra, Jawa dan 290° untuk kota-kota di Kalimantan, Sulawesi dan Papua (lihat tabel)

Sekarang mari kita bahas teknik membaca kompas. Sehubungan kompas bermacam-macam bentuknya, maka saya hanya akan memberi contoh untuk Kompas seperti dibawah ini :

kompas-saku kompas-kiblat
Kompas Saku Kompas Kiblat
kompas-peta
Kompas Peta “SILVA”

Kompas yang pertama disebut kompas saku (Pocket Compass), karena ukurannya kecil, enak dibawa kemana-mana tinggal dimasukan ke dalam saku. Kompas kedua disebut kompas-Kiblat. Pada hakekatnya kompas-kiblat sama dengan kompas-saku, hanya saja kompas-kiblat dikhususkan untuk mecari arah kiblat. Kompas ketiga disebut Kompas-Peta (Map Kompas), karena dibuat khusus untuk digunakan pada peta. Kompas peta sengaja dibuat dari bahan tembus pandang agar peta tetap terlihat bila kompas tersebut diletakkan diatas peta.

Adapun teknik Menentukan arah dengan kompas saya golongkan menjadi 2 (dua) macam:

  1. Teknik Azimuth baik, digunakan pada kompas peta
  2. Teknik Indeks Kota, baik digunakan untuk kompas saku atau kompas kiblat.

Teknik Azimuth

Menetukan Arah dengan Teknik Azimuth menggunakan kompas-peta sangat mudah, semudah 1,2.3…..

  1. Putar dial skala pada kompas sehigga menurjukan azimuth yang dimaksud
  2. Letakkan kompas di tangan anda. Kemudian putar kompas sehingga azimuth magnetik yang dimaksud (tanda panah) searah dengan pandangan lurus anda
  3. Putar badan bersama kompas di tangan, sedemikian rupa hingga ujung jarum kompas yang berwarna merah (utara) berhimpit dengan utara skala kompas. Sekarang anda telah menghadap azimuth yang dimaksud.

Untuk jelasnya lihat animasi dibawah ini, Clik tombol lanjut untuk melanjutkan.

Teknik Indeks Kota

Menentuikan Azimuth dengan kompas peta sangat mudah, karena skala kompas dapat diputar ke azimut yang dimaksud dan ada tanda panah yang menunjukan arah. Sedangkan menentukan Azimuth dengan kompas saku lebih sulit. Adakah cara lebih jenius untuk memudahkan pemakaian pada kompas saku? Syukurlah teryata ada cara yang lebih mudah!. Cara tersebut saya dapatkan dari kompas kiblat. Cara ini kita sebut indeks kota. Adapun cara 1,2,3…menggunakan kompas dengan metoda indeks kota adalah demikian:

  1. Pastikan indeks kota (tempat) dimana anda tinggal. misalnya index kota Bandung 65
  2. Letakkan kompas di tangan anda. Kemudian putar kompas sehigga arah bertanda N (utara) kompas searah dengan pandangan lurus anda.
  3. Putarlah badan kita bersama kompas ditangan sehingga ujung jarum kompas yang berwarna merah (utara) menunjuk ke angka indeks kota. Misalnya anda tinggal di Bandung Indeks kotanya 65. Putarlah badan anda sampai Ujung jarum kompas yang berwarna merah menunjuk ke angka 65. Sekarang anda telah menghadap ke kiblat.

Untuk jelasnya, lihat animasi dibawah ini, clik tombol lanjut untuk melanjutkan.

Arahkan Kompas sehingga Arah N “Utara” searah dengan arah menghadap

Yang menjadi pertanyaan sekarang bagaimana menentukan indeks kota. Apa hubungan indeks kota dengan Azimuth magnetik? Jawabannya adalah rumus berikut:

Ci = 360 – Zm

dimana :
Ci = indeks kota (City index)
Zm = Azimuth Magnetik

Contoh 4:Berapa indeks kota Bandung bila azimuth-magnetik kiblat Zm=294.32?

Jawab4:
Indeks kota Bandung dengan azimuth magnetik Zm = 294.32

Ci = 360 – Zm
Ci = 360 – 294.32 = 65.68

Dengan cara yang sama dapat diperoleh indek Kota berbagai kota di Indonesia.

INDEKS KOTA DENGAN UTARA SEBAGAI ARAH KIBLAT
Kota Azimuth
Magnetik
Indeks
Kota
Indeks
Kota dibulatkan
Banda Aceh 293.15° 66.85° 66° 65°
Medan 293.27° 66.73° 66° 65°
Padang 294.93° 65.07° 66° 65°
Palembang 294.09° 65.91° 66° 65°
Jakarta 294.40° 65.60° 66° 65°
Bandung 294.32° 65.68° 66° 65°
Cirebon 293.90° 66.10° 66° 65°
Semarang 293.35° 66.65° 66° 65°
Jogja 293.56° 66.44° 66° 65°
Surabaya 292.71° 67.29° 68° 65°
Madiun 293.32° 66.68° 66° 65°
Kediri 293.02° 66.98° 66° 65°
Samarinda 291.02° 68.98° 68° 70°
Balikpapan 291.13° 68.87° 68° 70°
Pontianak 291.94° 68.06° 68° 70°
Menado 290.50° 69.50° 70° 70°
Palu 290.81° 69.19° 70° 70°
Makasar 291.01° 68.99° 68° 70°
Jayapura 287.54° 72.46° 72° 70°

Bila Kota anda tidak tercantum dalam tabel, saya telah membuat halaman web yang dapat menghitung Azimuth-magnetik-kiblat di seluruh dunia. Kunjungi Menentukan kiblat dengan kompas 2

Dipasaran dijual kompas-kiblat dengan skala gradian(bukan derajat). Saya tidak mengerti mengapa kompas-kiblat dibuat agak nyeleneh dengan skala gradian??!! Mungkin ini cuma taktik dagang agar orang menyangka untuk mencari arah kiblat harus mengunakan kompas khusus. Bagaimana cara menghitung indeks kota untuk kompas dengan skala gradian? Jawabannya ubah saja derajat menjadi gradian dengan rumus berikut :

gradian = 10/9 x derajat
derajat = 9/10 x gradian

Contoh5 : Berapa indeks kota Bandung dalam gradian bila indeks kota Bandung 65.68°?

Jawab5:
gradian = 10/9 x derajat = 65.68° x 10/9 = 72.98 atau 75 bila dibulatkan ke 5 gradian terdekat.
Catatan: Anda tidak perlu menghitung indeks kota sendiri pada kompas-kiblat, karena indeks kota biasanya tercantum pada buku petunjuk pemakai (user manual) kompas-kiblat yang bersangkutan.

Sekian semoga bermanfaat! Kalau ada kesalahan mohon kritik dan saran. Terima kasih!

http://petabandung.net/kiblat/kompas.php

 

 
(-7.757569, 114.282223)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s