KEBIJAKAN SEKOLAH 5 HARI, SOLUSI ATAU MASALAH BARU

Mengutip berita dari Pikiran Rakyat pernyataan (11 Nop 2016)  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy memastikan kebijakan lima hari sekolah dalam seminggu akan diterapkan mulai tahun ajaran 2017-2018. Kebijakan tersebut, tuturnya merupakan bagian dari penerapan Program Penguatan Pendidikan Karakter (P3K).

Beberapa rencana perubahannya

  1. Guru wajib berada di sekolah 8 jam, tidak boleh kurang.
  2. Hari sekolahnya lima hari seminggu,  Sabtu dan Minggu libur untuk hari keluarga dan hari wisata keluarga
  3. Guru mendapat tunjangan profesi dengan syarat memenuhi jam mengajar tatap muka 24 jam per minggu, tidak boleh lagi memenuhi target syarat jam mengajarnya itu ke sekolah-sekolah lain. Cukup diisi di sekolah tempat mengajar tetapnya masing-masing.
  4. Kepala sekolah tidak usah mengajar. “Kepala sekolah harus jadi manajer, cari uang yang banyak untuk sekolahnya, siswanya dibikin pinter, maju, cukup. Sehingga kalau ditinggal rapat kepala sekolah, murid tidak terbengkalai,” ujar pak Menteri

Kebijakan sekolah 5 hari tentunya memberikan banyak dampak yang bervariasi tergantung kondisi sekolah lingkungan dan latar belakang peserta didik.

Menurut pandangan saya beberapa dampak yang muncul

  1. Sekolah harus benar-benar merancang kegiatan full-day ini dengan kegiatan yang efektif untuk kegiatan penguatan karakter jangan sampai sekolah menerjemahkan sebagai penambahan jam pelajaran yang justru menambah kejenuhan siswa. Target peningkatan pendidikan karakter 80% bagi siswa SD dan 60% siswa SMP tentunya harus direspon dengan program yang nyata dan efektif.
  2. Penambahan kegiatan di sekolah tentunya membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana sekolah dan peningkatan kesejahteraan guru. Hal ini berarti menambah beban keuangan sekolah. Terutama bagi sekolah dengan komposisi jumlah PNS sedikit, dominasinya guru sukwan.
  3. Penambahan waktu belajar di sekolah bagi beberapa daerah berarti mematikan kegiatan madrasah / pengajian yang selama ini berjalan di sore hari. Madrasah Diniyah sebagai madrasah yang mengajarkan materi keagamaan bagi daerah pedesaaan terutama sangat penting dalam upaya menguatkan nilai mental dan keagamaan siswa.
  4. Penambahan waktu belajar bagi siswa berarti juga penambahan uang saku bagi siswa. Karena dengan full day school berarti makan siang jelas harus di lingkungan sekolah berarti masalah finansial baru bagi wali murid.
  5. Khusus beberapa siswa kami di daerah pesisir sebagian siswa pada sore hari biasanya beraktivitas mencari rumput untuk hewan ternaknya(sapi) yang dijadikan sumber penopang biaya sekolah dan kehidupannya, sehingga full-day school bagi mereka juga mengganggu penghasilan/penghidupan mereka
  6. Beberapa siswa berasal dari daerah yang cukup terpelosok sehingga pulang sore memberikan dampak baru pada keamanan mereka ketika pulang terutama siswi-siwi.
  7. khusus bagi sekolah kami di SMK Negeri 1 Banyuputih kesulitannya adalah karena meski sekolah kami negeri statusnya, tetapi berada di lingkungan Pondok dan didirikan sebelumnya oleh Pondok sehingga full-day school juga berarti menyulitkan posisi kami dengan Pondok. Padahal sebagian besar siswa kami adalah santri pondok juga.

 

Yang gak kalah penting kepastian hukumnya.  sejauh ini kabar dasar hukum penetapannya masih simpang siur termasuk yang dikabarkan isu perpres no 19 tahun 2017 yang ternyata isinya gak nyambung yaitu Otoritas Nasional Senjata Kimia.

tulisan ini sekedar unek-unek semoga nantinya bisa diperoleh solusi dan sumbangan pemikiran dari para pembaca sekalian.

semoga penetapan full-day school ini dievaluasi dulu sehingga tepat sasaran dan efektif serta solutif bukan sebagai kebijakan pembawa masalah baru

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s